Bagaimana Nasib Kocek Pengusaha Ritel di Mal Saat New Normal?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2020 20:30 WIB
Rencana penerapan new normal membawa harapan baru bagi perekonomian Indonesia. Penerapan new normal dipandang sebagai upaya adaptasi di tengah pandemi COVID-19.
Foto: Pradita Utama
Bekasi -

Pemerintah mulai menyiapkan new normal seiring merebaknya virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Salah satunya pembukaan kembali mal-mal.

Setelah nanti mal dibuka kembali, apakah pendapatan pengusaha akan kembali normal atau justru sebaliknya? Menurut Wakil Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Fetty Kwartati, new normal tentunya akan berdampak pada pendapatan pengusaha.

Artinya, meski mal kembali dibuka, pendapatan pengusaha akan berbeda dibanding sebelum pandemi.

"Dampak new normal pasti ada terhadap pendapatan ritel karena penyesuaian yang harus dilakukan," kata Fetty kepada detikcom, Rabu (27/5/2020).


Dalam new normal, pengusaha harus tetap menjalankan protokol kesehatan salah satunya social distancing. Fetty mengatakan, hal inilah yang akan memberikan dampak pada pemasukan pengusaha.

"Misalnya social distancing diterapkan di restoran. Ini membuat kapasitas seating arrangement berubah," terang Fetty.

Namun, ia memastikan para peritel di mal saat ini sedang berupaya keras menyiapkan standar operasional yang sesuai dengan new normal.

"Saat ini peritel tengah mempersiapkan segala sesuatu menyambut penerapan new normal. Mulai dari membuat SOP protokoler kesehatan jika sudah mulai buka toko, seleksi merchandise, kebersihan toko yang sudah ditutup lama, briefing SDM untuk menghadapi perubahan kondisi, serta membuat produk-produk yang disesuaikan dengan tren saat ini," papar dia.



Simak Video "Penampakan New Normal di 2 Mal Besar Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)