Pengusaha Jawab Isu di Balik Rencana Pembukaan Mal Kembali

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 10:25 WIB
Rencana penerapan new normal membawa harapan baru bagi perekonomian Indonesia. Penerapan new normal dipandang sebagai upaya adaptasi di tengah pandemi COVID-19.
Menanti Roda Ekonomi Kembali Berputar di Era New Normal (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja membeberkan rencana besar di balik wacana pembukaan kembali pusat-pusat perbelanjaan atau mal.

Alphonzus mengatakan, saat ini para pelaku usaha baik pengelola maupun penyewa atau peritel sedang fokus menggarap skema new normal untuk menyambut pembukaan kembali mal-mal.

"Selama ini sejak COVID-19 ini berkembang, kami sudah mempersiapkan SOP, protokol kesehatan itu kami sudah siapkan. Protokol kesehatan ini kami mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. Juga masukan-masukan dari asosiasi-asosiasi mal lainnya di luar negeri yang sudah lebih dulu berpengalaman terkait protokol kesehatan di negara masing-masing," kata Alphonzus kepada tim Blak-blakan detikcom, Kamis (28/5/2020).

Meski belum mengetahui kepastian kapan mal dibuka, namun para pengusaha sudah menyusun segala teknis pelaksanaan agar siap siaga ketika mal dibuka kembali.

"Jadi kami membuat basic atau panduan dasar yang wajib dilaksanakan setiap perbelanjaan, kemudian ditambah lagi SOP masing-masing pusat perbelanjaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing," urainya.

Menurut Alphonzus, langkah yang dilakukan para pengusaha di mal ini bukanlah sebuah bujukan agar pemerintah segera membuka mal. Tentunya, dari aspek ekonomi, semua pihak berharap agar roda perekonomian kembali berjalan.

"Saya pikir bukan karena lobby, tapi semua merasakan itu. Jadi semua ingin cepat beroperasional kembali. Yang jadi masalah, COVID-19 belum berakhir. Ini yang harus kita imbang, di posisi mana yang bisa bergerak atau beroperasi tetapi aman. Nah ini yang unik, tantangannya di situ. Saya pikir semua merasakan hal yang sama," terang dia.

Melihat kasus di Mal CBD Ciledug yang diserbu warga ketika dibuka kembali, menurut Alphonzus kondisinya akan berbeda dengan mal lain apabila memang dibuka di awal Juni nanti.

"Kasus di Ciledug, menurut saya itu waktunya ketika menjelang Lebaran. Jadi menurut saya faktor itu yang lebih mendorong mereka ke mal. Jadi saya nggak yakin kalau setelah Lebaran ini akan diserbu seperti itu, saya nggak yakin. Kemarin itu hanya didorong oleh kebutuhan menjelang Lebaran," imbuhnya.

Alphonzus menegaskan, jika mal dibuka kembali nanti pihaknya meminta masyarakat tak khawatir. Meski harus mengedepankan kehati-hatian, namun ia memastikan para pengelola mal anggota APPBI akan menerapkan secara ketat protokol kesehatan di dalam mal untuk mencegah pembentukan klaster baru Corona.

"Kita sudah mengingatkan ke semua pusat perbelanjaan untuk disiplin, disiplin, disiplin. Karena lengah sedikit bisa jadi masalah. Mudah-mudahan dengan SOP yang kita bikin, prokol kesehatannya, semua masyarakat bisa datang ke pusat perbelanjaan, bisa berbelanja dengan aman dan sehat," pungkas dia.



Simak Video "Kembali Dibuka, Begini Situasi Pondok Indah Mall"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)