Investor Ini Rugi Rp 30 T karena Perusahaan yang Dimodali Bangkrut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 10:35 WIB
Pebisnis, Investor asal Amerika Serikat
Carl Icahn/Foto: REUTERS/Brendan McDermid.
Jakarta -

Investor ternama Amerika Serikat (AS) Carl Icahn merugi US$ 2 miliar atau berkisar Rp 30 triliun (kurs Rp 15.000). Kerugian besar ini terjadi karena Hertz, di mana dia menginvestasikan banyak uangnya bangkrut pada Jumat malam.

Dilansir CNN, Jumat (29/5/2020) Icahn merupakan investor terbesar di Hertz. Dia mengambil saham di Hertz (HTZ) dimulai pada tahun 2014. Kemudian dia menahannya hingga awal Maret tahun ini, bahkan ketika wabah COVID-19 mulai melanda.

Icahn tercatat membeli 11,4 juta saham tambahan dengan harga US$ 84,8 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun antara 10 Maret dan 12 Maret yang lalu. Investasi terakhir itu meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 26%. Kini dia memiliki 39% saham Hertz. Bila ditotalkan, Icahn telah menggelontorkan investasi sebesar US$ 2,3 miliar atau tepatnya sekitar Rp 34,5 triliun selama enam tahun.

Hingga akhirnya pada Selasa lalu, dilaporkan bahwa Icahn telah menjual saham-sahamnya di Hertz. Dia memasang harga 72 sen per saham dan berhasil menjual US$ 39,8 juta atau sekitar Rp 597 miliar.

"Saya telah menjadi investor dan pendukung Hertz sejak 2014. Sayangnya COVID-19 telah menyebabkan penurunan perjalanan yang sangat cepat dan substansial, Hertz telah mengalami kesulitan keuangan besar," kata Icahn.

Hertzs sendiri dipecah menjadi dua perusahaan pada Juni 2016, yaitu menjadi bisnis penyewaan mobil dan bisnis terpisah yang menangani penyewaan peralatan, Herc Holdings (HRI). Saat itu, Icahn masih memiliki 15% dari perusahaan itu dengan nilai saham senilai US$ 132 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun.

Setelah kedua perusahaan berpisah, Icahn terus berinvestasi di Hertz. Dia hanya menjual sahamnya sekali. Saat itu dia menjual 5 juta saham dengan harga hanya di bawah US$ 100 juta pada bulan Maret 2019. Meski begitu, meski menjual sahamnya, Icahn mengaku masih punya secercah harapan untuk Hertz.

"Kemarin saya menjual posisi ekuitas saya dengan kerugian yang signifikan, tetapi ini tidak berarti bahwa saya tidak terus memiliki keyakinan pada masa depan Hertz. Saya percaya bahwa berdasarkan rencana reorganisasi yang mencakup modal baru, Hertz akan kembali menjadi perusahaan yang hebat," kata Icahn.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Ekonomi RI Pulih 100 Persen Pada Kuartal I 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)