Cara Lapor Meteran Listrik via WA yang Valid

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 14:37 WIB
PLN Segera Lakukan Penyerdahanaan Golongan Pelanggan

Petugas mengecek meteran listrik di rusun petamburan, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi. Grandyos Zafna/detikcom

-. Penyederhanaan ini berlaku kepada pelanggan dengan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT PLN (Persero) membuka layanan lapor stand meter secara mandiri dalam masa pandemi wabah Corona (COVID-19). Pelanggan bisa melakukan pelaporan mandiri pada tanggal 24-27 setiap bulannya.

Pelanggan diminta melakukan ini jika ingin meyakinkan bahwa tagihan listrik benar sesuai pemakaian. Jikapun tidak mengirimkan foto meteran, pihak PLN akan mulai melakukan pencatatan meter secara langsung lagi ke rumah pelanggan untuk tagihan rekening bulan Juni 2020.

Untuk melakukannya cukup mudah dan tak akan memakan banyak waktu. Pelanggan tinggal menghubungi nomor WhatsApp (WA) PLN yakni 08122123123. Mulailah obrolan dengan ketik 'Halo' dan '2' untuk melakukan baca meter mandiri.

"Setelah itu nanti akan ada informasi yang diberikan. Baca dulu informasi yang muncul," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka kepada detikcom, Rabu (27/5/2020).

Lalu pelanggan diminta masukkan ID pelanggan yang terdapat di mesin kWh untuk bisa melanjutkan proses baca meter mandiri. Setelah itu ketik angka stand kWh meter.

Jangan lupa kirimkan beserta foto kWh meternya. Di sini angka stand kWh harus jelas agar bisa dibaca dan dinyatakan valid oleh pihak PLN.

"Selesai deh. PLN nanti akan melakukan verifikasi data setelah itu semua dikirim," jelasnya.

Laporan stand kWh meter yang dinyatakan valid yakni angka stand kWh meter yang diketik dan dalam foto yang dikirim harus sama. Artinya, pastikan benar dalam pengetikan stand kWh meter tidak salah sebelum dikirim.

Setelah itu, pastikan tepat dalam pengambilan foto meter. Angka stand kWh di foto harus terlihat jelas agar pihak PLN dapat membaca dan baru bisa dinyatakan valid.



Simak Video "Ini Penjelasan PLN soal Tarif Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)