Penjelasan soal Rencana 500 Pekerja China Masuk RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 18:30 WIB
TKA China di Serang diamankan polisi setelah melakukan pemukulan ke pekerja lokal.
Foto: Istimewa
Jakarta -
Rencana pemakaian para tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk bekerja pada pabrik smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) jadi kontroversi. Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) berkomentar soal polemik TKA asing ini.

Menurut Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi pembicaraan yang berkembang di masyarakat menggiring opini publik seolah-olah TKA dimaksud akan menggeser para pekerja Indonesia.
Padahal kenyataannya, ratusan TKA ini dipanggil hanya untuk membantu mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China.

Jodi menyebut bahwa TKA China ini hanya akan digunakan saat membangun smelter saja. Jumlahnya pun hanya sebagian kecil dari keseluruhan pekerja yang ada. Selebihnya, saat smelter sudah mulai beroperasi pekerja lokal yang digunakan di pabrik smelter.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Perusahaan Sebut Kontrak Kerja TKA China di Sultra Selama 6 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]