Maskapai di AS Ramai-ramai PHK Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 19:30 WIB
Aircraft, Aircrafts, American Airlines, plane, planes, Livery, Exterior
Ilustrasi/Foto: Dok. American Airlines
Jakarta -

Menurunnya penerbangan di tengah pandemi Corona memaksa maskapai Amerika Serikat (AS), Delta Airlines dan American Airlines melakuan PHK. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada karyawan, American Airlines mengatakan pada Rabu (27/5/2020), perlu memangkas 30% dari staf manajemen dan pendukungnya, karena peralihan ke maskapai yang lebih kecil.

Selain pemangkasan pegawai, perusahaan yang berpusat di Dallas itu mengatakan keputusan pemisahan secara sukarela akan dikomunikasikan pada Juli, dan para anggota staf itu akan digaji hingga 30 September.

"Kami merestrukturisasi semua tingkatan divisi di sekitar para pemimpin dan dimulai dengan tim perwira. Kami akan mengumumkan tim perwira yang direorganisasi segera,"demikian petikan surat manajemen American Airlines kepada karyawan, dikutip dari CNN, Jumat (29/5/2020).

Sedangkan Delta Airline mengumumkan akan memangkas pegawainya melalui penawaran program keluar sukarela, termasuk paket pensiun untuk karyawan yang telah bekerja di Delta selama lebih dari 25 tahun. Penawaran ini berlaku untuk sebagian besar dari total 90.000 karyawannya.


United Airlines juga berencana untuk memangkas sejumlah karyawannya akibat permintaan perjalanan yang menurun mendekarin nol. Ini peringatan bagi beberapa stafnya bahwa maskapai akan secara tajam mengurangi jam kerja dan kepegawaian di bulan-bulan mendatang.

Kate Gebo Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) United Airlines, mengatakan tim manajemen dan administrasi perusahaan dapat dikurangi hingga 30% atau sekitar 11.500 pekerja pada Oktober setelah pendanaan dari UU CARES pemerintah AS habis.

Pihak United mengungkapkan awal bulan ini bahwa 20.000 karyawan, atau lebih dari 20% stafnya telah mengambil cuti sukarela. Mereka juga mengumumkan akan menawarkan pembelian dan paket pensiun dini kepada karyawan.

Yang jelas, tidak ada maskapai yang dapat memberlakukan PHK yang direncanakan hingga Oktober, begitu pembatasan bailout federal terangkat. Beberapa maskapai penerbangan AS menerima uang pemerintah pada bulan April, termasuk Delta, American, Southwest (LUV) dan United dengan total sekitar US$ 50 miliar.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)