Katanya Ada Insentif buat Tenaga Medis, Kok Belum Cair?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 30 Mei 2020 07:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan mengungkapkan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) di daerah belum cair. Hal itu terkendala oleh data yang disetorkan masing-masing daerah kepada pemerintah pusat.

Direktur Dana Transfer Khusus DJPK, Putut Hari Satyaka mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu data yang diajukan oleh pemerintah daerah.

"Saat ini belum ada pencairan sedikit pun sampai saat ini pemerintah masih menunggu data yang masuk dari daerah," kata Putut dalam video conference, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Pemerintah telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penanganan COVID-19 untuk bidang kesehatan, yaitu sebesar Rp 75 triliun yang disalurkan via Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Rp 3,5 triliun disalurkan melalui BNPB.


Stimulus kesehatan ini direncanakan untuk tunjangan tenaga kesehatan (nakes), santunan bagi nakes yang meninggal karena Covid-19, bantuan Iuran BPJS bagi 30 juta Peserta Mandiri (PBPU/BP), dan belanja kesehatan lainnya.

Adapun pemberian insentif berdasarkan strata dan keahliannya di bidang kesehatan, seperti dokter spesialis akan mendapatkan maksimal Rp 15 juta per bulan, dokter umum maksimal Rp 10 juta per bulan, perawat maksimal Rp 7,5 juta per bulan, dan nakes lainnya maksimal Rp 5 juta per bulan.

Kendati demikian, Putut tidak menjelaskan kapan pencairan insentif bagi tenaga medis ini bisa dicairkan. Satu hal yang pasti, pihak pemerintah pusat masih menunggu data yang diajukan oleh pemerintah daerah.

"Siapa yang akan dibayar berapa hari, dan berapa bulan masih nunggu data dan beberapa sudah masuk data Kemenkes (Kementerian Kesehatan), dan sedang dilakukan verifikasi, jika sudah selesai bisa disalurkan pemda," ungkapnya.



Simak Video "Salam Kemanusiaan dari Tim Medis RS Hasan Sadikin Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)