Sederet Persoalan yang Bikin BLT Desa Tersendat

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 30 Mei 2020 11:00 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho


Sebagai catatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengungkapkan kini tinggal 22 kabupaten/kota saja yang belum menyalurkan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Angka tersebut tercatat per 29 Mei 2020 ini. Menurut Wakil Menteri Kemendes PDTT, Budi Arie Setiadi ke-22 kabupaten/kota itu rata-rata berasal dari Papua.

"Sudah tinggal 22 kabupaten rata-rata dari Papua," kata Budi kepada detikcom, Jumat (29/5/2020).

Adapun kabupaten/kota yang sama sekali belum menyalurkan BLT dana desa tersebut terdiri dari Monokwari Selatan, Tambrauw, Kaimana, Deiyai, Intan Jaya, Dogiyai, Puncak, Nduga, Lanny Jaya, Yalimo, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Asmat, Tolikara, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Keerom, Sarmi, Mimika, Piniai, Puncak Jaya, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Pulau Morotai (Maluku Utara), Bengkayang (Kalimantan Barat), Sekadau (Kalimantan Barat), Ngada (NTT) dan Timor Tengah Selatan (NTT).

Di samping itu, total yang sudah berhasil mencairkan 100% BLT dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat ada sebanyak 122 kabupaten/kota. Sementara 167 kabupaten/kota realisasinya antara 75-99%, lalu 52 kabupaten/kota realisasinya 50-75%, dan 75 kabupaten/kota realisasinya 1-50%.


Dengan begitu, BLT dana desa sudah tersalurkan ke 50.939 desa atau 67,96% dari total jumlah desa yang mencapai 74.953. Sehingga tercatat masih ada 24.804 desa yang belum menyalurkan BLT Dana Desa hingga 29 Mei 2020 ini.

Sehingga total keluarga penerima manfaat (KPM) ada 5.400.847. Mereka sudah menerima dana sebesar Rp 600.000 per bulannya. Dengan begitu total anggaran yang sudah dicairkan mencapai Rp 3,24 triliun. Adapun target penyaluran ditujukan kepada 12,3 juta KK dengan anggaran Rp 22,4 triliun.

Halaman

(hns/hns)