Alasan di Balik Belum Dibukanya Pra Kerja Gelombang Keempat

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 01 Jun 2020 13:30 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Program Kartu Pra Kerja cukup diminati meski dihujani kritik. Namun setelah geombang ketiga berakhir, Project Management Officer (PMO/manajemen pelaksana) hingga saat ini belum membuka pendaftaran gelombang keempat. Ada apa gerangan?

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan saat ini program Pra Kerja gelombang keempat dalam proses penyesuaian. Sebab pembukaan pendaftaran dalam gelombang ini nantinya juga akan dilakukan secara offline.

"Untuk gelombang keempat kita lagi siapkan, selain online dan offline juga mengikuti new normal. Jadi kita siapkan dulu dari segi tarif, dari segi pendaftaran, dari segi whitelist. Sehingga tentu kita butuh waktu untuk penyesuaian. Jadi tetap akan dilaksanakan," tuturnya dalam wawancara eksklusif Blak-blakan dengan detikcom beberapa hari lalu.


Airlangga menepis tanggapan pendaftaran gelombang keempat tak kunjung dibuka lantaran program tersebut dihujani kritikan. Dia menegaskan dengan penerapan tatanan kehidupan normal baru atau new normal maka skema pendaftaran Kartu Pra Kerja juga akan diubah salah satunya secara offline.

"Ya memang kita siapkan yang offline, yang offline ini kan juga berbeda dengan desain awal. Karena offline ini situasinya new normal, Jadi semua harus menyesuaikan terhadap perkembangan dan dinamika yang ada," ucapnya.

Untuk pendaftaran Kartu Pra Kerja secara offline nantinya juga akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang relatif aman dari pandemi virus Corona atau daerah hijau.

"Ini juga nanti dibuka berbasis daerah-daerah yang sudah hijau (yang diutamakan). Ini yang kita harus monitor, jadi offline bisa di mana, kapan, dan berapa besar kapasitasnya," tutupnya.



Simak Video "Pendaftar Kartu Pra Kerja Tembus 8,4 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)