Sri Mulyani Bicara Tantangan New Normal di Tengah Pandemi Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 15:34 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantik Kepala BKF dan Dirut LMAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait skenario new normal di tengah pandemi virus Corona. Selama vaksin Corona (COVID-19) belum ditemukan, masyarakat akan didorong beraktivitas di tengah pandemi dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita bisa membangun suatu normal baru. Selama COVID-19 belum ditemukan obat atau antivirusnya, maka kita harus mampu untuk menyeimbangkan kebutuhan untuk tetap menjaga kesehatan yang tidak boleh dinomorduakan. Namun juga bisa menciptakan ruang untuk interaksi sosial dan ekonomi. Ini lah yang sedang kita siapkan," kata Sri Mulyani melalui telekonferensi, Selasa (2/6/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut semua negara memiliki tantangan yang tidak mudah untuk menangani COVID-19. Terlebih dirinya dituntut untuk bisa mendesain kebijakan fiskal dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Semua negara mengalami tantangan yang tidak mudah untuk menangani COVID-19 ini. Penyebarannya luas, penyebarannya sangat ganas dan bisa menciptakan korban manusia," ucapnya.

"APBN kita telah diubah, kita sudah menghasilkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang sekarang jadi UU Nomor 2 Tahun 2020 yang menjadi landasan hukum untuk bisa menyelesaikan COVID-19. Dari UU ini kita turunkan menjadi berbagai kebijakan di bidang fiskal untuk bisa mendukung langkah-langkah yang sifatnya luar biasa dalam situasi yang luar biasa dan dengan kecepatan yang dituntut sangat tinggi," tambahnya.

Antara pemulihan ekonomi dengan kesehatan sama pentingnya dan dinilai harus berjalan bersama. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi guna menciptakan berbagai pandangan dan kebijakan yang tepat.

"Kami bekerja luar biasa, kita juga mengundang banyak pemikiran. Kecepatan juga membutuhkan ketepatan, kehati-hatian namun tetap efektif, kehati-hatian namun tetap memberikan solusi, itu tantangan yang tidak mudah. Ini lah kerja sama, kolaborasi terjadi luar biasa," imbuhnya.



Simak Video "Nasib Omnibus Law Kini di Tangan DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)