Menanti Ojol Bisa Mengangkut Penumpang Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 19:00 WIB
Tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online telah berlaku sejak Senin (2/9/2019). Tarif diatur berdasarkan zonasi.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ojek online hingga kini masih belum diizinkan untuk kembali membawa penumpang. Pasalnya, di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Corona ojol cuma boleh angkut barang dan makanan bukan penumpang.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun belum bisa memutuskan kapan ojek online bisa kembali mengangkut penumpang. Menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan semua pihak terkait perihal kebijakan ojol angkut penumpang.

"Ini masih kita rapatkan, habis ini saya laporkan ke pak Menteri. Sekarang mungkin terlampau awal dan prematur banget kalau saya sampaikan karena belum ada keputusannya," jelas Budi kepada detikcom, Selasa (2/6/2020).


Budi mengatakan pertimbangan paling besar dalam mengizinkan ojol kembali angkut penumpang adalah protokol kesehatan. Maka dari itu pihaknya saat ini masih berkomunikasi dengan Gugus Tugas COVID-19 untuk meminta izin agar ojol bisa angkut penumpang lagi.

"Saya kan hanya atur transportasinya aja nih. Kan kalau protokol kesehatan adanya di Gugus Tugas ya nanti saya mesti respons banyak usulan mereka. Kita nggak bisa maksain diri, karena ini pendekatannya sesuai protokol kesehatan," ungkap Budi.

Berdasarkan catatan detikcom, dalam Permenkes No 9 Tahun 2020, ojol memang hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang dan makanan saja. Hal ini berlaku selama suatu wilayah menerapkan PSBB.

"Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang," demikian bunyi aturan tersebut.



Simak Video "Ojol Boleh Bawa Penumpang Saat PSBB, Ini Respons Grab dan Gojek"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)