UNICEF Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Buka Sekolah

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 19:50 WIB
Instruksi Gubernur Jateng untuk meliburkan sekolah belum berlaku di Banjarnegara. Hari ini Senin (16/3), siswa SD dan SMP masih masuk sekolah seperti biasa.
Foto: Uje Hartono
Jakarta -

Education Specialist United Nations Children's Fund (UNICEF) Indonesia Nugroho Indra Warman menyarankan pemerintah untuk tidak terburu-buru membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah. Meskipun dalam waktu dekat akan diberlakukan tatanan normal baru alias new normal.

Nugroho mengatakan, pemerintah harus memastikan setiap sekolah sudah siap menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Pasalnya, jumlah anak di Indonesia sekitar 30% dari populasi dan mereka rentan terjangkit virus yang belum ada vaksinnya.

"Dalam kondisi new normal ini kalau ada yang menyarankan sekolah mau dibuka bukan berarti segera dibuka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dibuka," kata Nugroho dalam video conference, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi pihak sekolah sebelum membuka kembali kegiatan mengajar di kelas adalah menyediakan sarana cuci tangan, persediaan alat pelindung diri (APD) bagi guru, masker, hingga hand sanitizer.

Menurut dia, pembukaan kegiatan sekolah di Eropa dikarenakan wilayahnya yang sudah tidak ada penyebaran virus Corona lagi. Namun, hal itu berbeda dengan di wilayah Asia Selatan dan Pacific yang penyebarannya masih terjadi.

"Maka perlu diperhatikan pembukaan tidak bisa dilakukan secara merata, apakah zona hijau bisa diputuskan oleh otoritas setempat, kalau sudah dibuka ternyata ada gelombang berikutnya perlu diperhatikan tindakan untuk menutup itu kembali. Selain itu mitigasi perlu dipikirkan," jelasnya.

Sementara Bernardus Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB menyebut di Indonesia ada sekitar 102 daerah yang masuk sebagai zona hijau. Menurut dia, daerah tersebut dimungkinkan untuk menjalankan kembali beberapa kegiatan.

"Tetapi kalau untuk sekolah tidak serentak, tergantung kesiapan daerahnya," ungkap dia.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)