Mau Produksi Penangkal Corona, Kementan Dekati Jepang dan Rusia

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 15:22 WIB
Obat virus corona: Khawatir soal aspek keselamatan, WHO hentikan uji coba hidroksiklorokuin yang dikonsumsi Trump untuk menangkal Covid-19
Ilustrasi/Foto: BBC World
Jakarta -

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian membidik mitra asing untuk memproduksi produk penangkal Corona (COVID-19) temuannya yang berbahan dasar Eucalyptus. Adapun mitra asing yang didekati Balitbangtan kali ini adalah perusahaan pharmaceuticals dari Jepang, Kobayashi dan Aptar Pharma dari Rusia.

Kedua perusahaan tersebut sudah memiliki cakupan pemasaran di berbagai negara mulai dari Asia Tenggara, China, Jepang, US, Rusia hingga Eropa.

"(Keduanya) sangat tertarik dengan hasil inovasi Indonesia dari essential oil Eucalyptus guna mencegah COVID-19," ungkap Kepala BB Veteriner, Indi Dharmayanti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (3/6/2020).

Adapun untuk mekanisme kerja sama yang akan dibangun ialah menyempurnakan hasil penelitian yang akan disusun bersama-sama selanjutnya kerja sama komersialitas lainnya.

"Yang paling dimungkinkan untuk juga menyempurnakan hasil penelitian akan disusun sama-sama termasuk mekanisme kerja samanya," ungkap Ketua Balitbangtan Fadjry Djufry.

Sebelumnya, Balitbangtan juga sudah membangun kerja sama dengan mitra dalam negeri yakni PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang). Kerja sama keduanya dimulai dengan melaksanakan launching produk antivirus berbasis eucalyptus pada 8 Mei lalu dan melaksanakan penandatanganan perjanjian lisensi dengan pada 18 Mei 2020. Adapun produk penangkal Corona berbasis eucalyptus ini diproduksi dalam bentuk inhaler, roll on, difuser, kalung, dan balsam.



Simak Video "Heboh Kalung Antivirus Corona Kementan, Terbuat dari Apa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)