Ekonomi RI Triwulan II-2020 Diprediksi Minus

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 20:00 WIB
Poster
Ilustrasi ekonomi di tengah Corona/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Koordinator Perekonomian memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 ini bakal jatuh paling dalam dari sebelumnya bahkan bisa negatif atau minus. Akibatnya, jumlah pengangguran diperkirakan akan meningkat ke angka 5,23 juta dan kemiskinan bertambah menjadi 4,86 juta.

"Kalau di kuartal I-2020 masih di 2,97% sesuai perhitungan kami, kita memperkirakan kuartal II-2020 ini akan jatuh sekali kemungkinan minus growth di bawah. Artinya dari siklusnya di kuartal II-2020 ini akan terdampak paling dalam," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono Moegiarso dalam diskusi online Pactoc Connect, Rabu (3/6/2020).

Penurunan tentu dipicu oleh menurunnya aktivitas semua sektor ekonomi di dalam negeri. Tak hanya itu, perlambatan permintaan dunia, terganggunya rantai pasok penawaran global, serta rendahnya harga komoditas pun turut berperan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.


"Semuanya kompak menyebabkan anjloknya volume perdagangan dunia. Berbagai sentimen di publik, konsumen, market dan semuanya semakin melengkapi dan ini masalah yang kita hadapi bersama," terangnya.

Pertumbuhan ekonomi yang merosot tentu pada akhirnya juga berimbas pada ketersediaan lapangan kerja hingga kemiskinan. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, tenaga kerja yang terdampak COVID-19 kini sudah mencapai sekitar 3,05 juta orang per 2 Juni 2020 kemarin. Diperkirakan akan ada tambahan pengangguran hingga 5,23 juta orang dan dalam skenario sangat berat angka kemiskinan bertambah 4,86 juta orang.

"Akibatnya angka kemiskinan dan pengangguran akan meningkat tajam sekali bahkan dalam skenario sangat berat tambahan kemiskinan kita bisa hampir 5 juta dan tambahan pengangguran bisa 5,2 juta. Saya kira ini kondisi-kondisi yang harus kita antisipasi sama-sama pada saat pandemi ini," pungkasnya.



Simak Video "Ekonomi RI Minus, Jokowi Bandingkan dengan Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)