Tingkat Pengangguran AS Tembus 20%, Terparah Sejak Krisis 2008

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 12:13 WIB
Sejumlah momen terjadi di tengah aksi demonstrasi kematian George Floyd di Amerika Serikat. Salah satu momen menggambarkan keakraban polisi dan demonstran.
Foto: AP Photo/Peter Dejong
New York -

Pandemi virus Corona telah menghancurkan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan mengakibatkan jutaan orang menjadi pengangguran. Negeri Paman Sam telah memangkas 8 juta pekerja lagi pada Mei lalu dan total pengangguran mencapai 28,5 juta orang. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi atau hampir 20% rekor tertinggi sejak krisis keuangan 2008.

Basic Life Support (BLS) mengatakan angka pengangguran diawali dari penguncian wilayah (lockdown) yang dilakukan AS dalam mencegan penyebaran virus Corona. Data BLS pada Maret ada 881.000 orang menjadi pengangguran. Pada bulan April angka pengangguran melonjak 14,7%, totalnya bertambah 20,5 juta orang menjadi pengangguran.

Ekonom Goldman Sachs memprediksi kemungkinan Juni ini akan menjadi masa terburuk dalam krisis pasa tenaga kerja. Namun, prediksi ini dapat berubah karena melihat sebagian besar telah kembali bekerja.

Klaim pengangguran pertama kali telah menurun selama sembilan minggu berturut-turut. Pekan lalu, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran dalam dua minggu berturut-turut menurun untuk pertama kalinya sejak awal krisis.


Meskipun banyak ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan turun dengan cepat ketika orang kembali bekerja, namun ekonomi yang sudah terimbas virus corona mungkin tidak cepat pulih.

Namun, Oxford Economics memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap pada 10% pada akhir tahun ini. Saat bisnis mempekerjakan pegawainya kembali mereka mungkin hanya menawarkan pengurangan jam kerja, memaksa lebih banyak orang melakukan pekerjaan paruh waktu.

Federal Reserve mencatat bahwa beberapa pengusaha mengalami kesulitan mempertahankan atau mempekerjakan kembali staf karena kendala dalam menyediakan asuransi untuk pekerja. Selain itu, sebagian pekerja juga memiliki kewajiban yang harus dilakukan di rumah dalam menghindari dampak virus Corona.

Pemerintah AS saat ini membayar tambahan US$ 600 setara Rp 8,5 juta (kurs Rp 14.100) per minggu untuk orang-orang yang menerima tunjangan pengangguran yang akan diberikan Juli mendatang.



Simak Video "Senat AS Setujui Bantuan USD 483 Miliar untuk Penanganan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)