Bulog Dicoret dari Daftar Penerima Dana Talangan

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 13:08 WIB
Gudang Bulog di Kelapa Gading tak hanya menampung ratusan ribu ton beras. Di gudang itu juga diproduksi berbagai beras kualitas medium hingga premium.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Keuangan mencoret Perum Bulog sebagai prioritas penerima bantuan dana talangan untuk modal kerja pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sekarang pemerintah hanya memberikan kepada 11 BUMN dari yang sebelumnya berjumlah 12.

Dari 12 BUMN yang mendapat bantuan pemerintah, ada sekitar 6 yang mendapat dana talangan. Awalnya Perum Bulog masuk didaftar perusahaan yang mendapat dana talangan, kini Kementerian Keuangan hanya memberikannya kepada lima BUMN saja dengan anggaran Rp 19,65 triliun.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan anggaran dana talangan yang sebelumnya didapat Perum Bulog kini masuk dalam program bantuan sosial (bansos) di bawah Kementerian Sosial. "Iya masuk melalui Kemensos," kata Askolani kepada wartawan, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Awalnya, Perum Bulog mendapat dana talangan sebesar Rp 13 triliun. Selanjutnya, perusahaan yang dipimpin Budi Waseso ini mendapat Rp 10,56 triliun yang masuk dalam bantuan sosial yang masuk ke Kementerian Sosial.

Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan lima BUMN yang mendapat dana talangan pada program PEN yaitu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT PT Perkebunan Nusantara (Persero), serta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Perum Perumnas.

"Dana talangan ini working capital jangka pendek, talangan investasi adalah sesuatu yang akan kembali. Ini bukan PMN, bukan penambahan modal secara permanen. Pemerintah talangi investasinya secara periode ini saja, harapannya BUMN bersangkutan bisa bergerak," kata Febrio.

Dari total dana talangan yang sebesar Rp 19,65 triliun, PT Garuda Indonesia mendapat Rp 8,5 triliun, PT Kereta Api Indonesia sebesar Rp 3,5 triliun, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebesar Rp 4 triliun, PT Krakatau Steel sebesar Rp 3 triliun, dan Perum Perumnas sebesar Rp 650 miliar.

Febrio menjelaskan pemberian bantuan dana talangan ini karena BUMN ini memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup orang banyak. Namun selama pandemi Corona terdampak dan tidak bisa melayani masyarakat.



Simak Video "Hadapi Pandemi Covid-19 Kemendag Jamin Pasokan Beras"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)