Mau Berantas Rasisme? Bisa Dimulai dari Bos-bos Perusahaan Raksasa

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 15:59 WIB
selebriti protes kematian George Floyd
Foto: Instagram
Jakarta -

Setelah sebagian perusahaan mengambil langkah perbaikan dari krisis virus Corona, kini krisis rasisme muncul jadi tantangan baru dunia usaha.

Pembunuhan tragis terhadap pria kulit hitam di Amerika Serikat (AS), seperti Michael Brown, Eric Garner, Ahmaud Arbery, Breonna Taylor, Tony McDade dan George Floyd memicu aksi massa yang berujung merugikan bisnis. Hal tesebut mendorong peran penting pebisnis untuk mengakhiri rasisme supaya bisnis bisa jalan terus.

Melansir dari CNBC, Kamis (6/4/2020) berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan para bos-bos perusahan dalam memberantas rasisme.

Berikan Contoh Sebagai Aksi Kepedulian
Sejumlah Bos seperti Tim Cook dari Apple dan Bob Chapek dari Disney, mengeluarkan pernyataan inspiratif bahwa mereka akan mengecam para rasisme dan mengutamakan keadilan. Namun, di samping itu para bos setidaknya harus menunjukkan tindakan kepeduliannya.

Para pemimpin di seluruh organisasi bisnis dunia harus menunjukkan aksi bahwa mereka peduli. Misalnya, dengan edukasi melalui seminar yang mendukung untuk menghindari kesenjangan sosial dan rasialisme.

Bahkan gerakan simbolis dapat membantu. Seperti para bos kulit putih mengunjungi sebuah gereja kulit hitam, membentuk hubungan lintas ras melalui organisasi nirlaba atau menampilkan wajah yang beragam saat acara virtual atau acara langsung.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Para pengusaha besar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menyediakan tempat untuk korban rasisme bercerita kepada publik secara suka rela dan tidak atas paksaan.

Seperti, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang dibuat di Afrika Selatan membuka peluang korban rasisme dan pelaku rasisme menceritakan kisah pribadinya kepada publik. Hal ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan tindakan rasisme yang benar adanya terjadi. Itu bisa menjadi sebuah langkah penting meskipun bukan sepenuhnya solusi baik.

Selanjutnya
Halaman
1 2