Pembudidaya Ikan di Ambon Tetap Cuan Selama Pandemi, Apa Rahasianya?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 17:20 WIB
Ilustrasi Nelayan
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi virus Corona yang tak kunjung usai ternyata berdampak pada terganggunya jaringan suplai maupun distribusi para nelayan dan pembudidaya ikan, sehingga mereka kesulitan memasarkan ikan segar di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19.

Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi Bapak Ayi yang bekerja sebagai pembudidaya ikan di Teluk Ambon Maluku. Dirinya tetap bisa memasarkan ikan-ikan segar ke masyarakat dengan aman, mudah dan tetap bisa menghasilkan cuan. Apa rahasianya?

"Dengan adanya pemesanan melalui GrabMart, saya merasa terbantu terutama di tengah pandemi COVID-19 ini. Sebelum dipasarkan melalui GrabMart, banyak ikan yang tidak bisa dipasarkan karena adanya sejumlah hambatan pada jalur distribusi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Ia bercerita dengan memanfaatkan teknologi aplikasi di Grab dirinya tetap bisa menjual hasil budidaya ikan ke masyarakat luas. Padahal sebelumnya ikan-ikan tersebut tidak bisa dipasarkan, sehingga ia berharap bisa terus mengembangkannya.

"Namun, sejak adanya pembelian secara online dengan GrabMart, masalah ini bisa teratasi. Saya harap bisa terus bekerja sama dengan Grab dan mengembangkan wilayah pemasaran ikan hasil produksi kami," imbuh dia.

Diketahui upaya untuk melindungi mata pencaharian para nelayan ini dilakukan Grab dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Emas Biru Pattimura di Indonesia untuk mendukung para nelayan dan pembudidaya ikan dari Ambon, Maluku sehingga mereka dapat memasarkan ikan hasil produksi mereka ke pelanggan GrabMart.

Sebagai bagian dari proses untuk membantu pedagang tradisional beralih ke platform digital, Grab juga melakukan pelatihan secara online untuk mengajarkan para pedagang cara mengemas produk mereka demi memastikan kesegarannya dan cara mengelola 'etalase online' mereka menggunakan aplikasi merchant Grab.

Di Indonesia, Grab telah membuka lima pusat pengiriman kebutuhan harian digital bernama GrabMart Daily, guna memenuhi peningkatan permintaan akan pengiriman barang-barang kebutuhan pokok. GrabMart Daily, yang dioperasikan dan dipasok oleh inventaris Grab sendiri, dapat memangkas waktu pengiriman hingga 50%.

Saat ini, GrabMart telah diekspansi ke delapan negara di Asia Tenggara. Layanan GrabMart yang dua bulan lalu hanya tersedia di dua negara, kini melayani di 50 kota di Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.



Simak Video "Budidaya Ikan Guppy, Sidoarjo"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)