JCPenney Bangkrut, Tutup 154 Toko

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2020 10:12 WIB
jcpenney
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Perusahaan ritel JCPenney menyatakan bangkrut Kamis kemarin sebagai dampak pandemi virus Corona yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Akibatnya 154 dari 860 tokonya di AS akan tutup mulai 12 Juni mendatang, sisanya akan diumumkan beberapa minggu mendatang.

JCPenney terpaksa menutup sebagian besar tokonya sebagai dampak virus Corona yang mendorong perusahaan ke lubang kerugian dan utang yang membengkak. Penutupan ini direncanakan berlangsung 10 - 16 pekan ke depan.

"Walaupun menutup toko merupakan keputusan sulit, strategi optimalisasi toko kami sangat penting untuk memastikan keuangan perusahaan jadi lebih kuat. Kami berharap setelah pandemi Corona dapat setia melayani pelanggan untuk beberapa dekade mendatang," Chief Executive JCPenny, Jill Soltau. Dikutip dari CNBC, Jumat (5/6/2020).


Sebelumnya JCPenny telah membuka 500 tokonya di beberapa lokasi pada saat yang sama sambil mengajukan kebangkrutan. Perusahaan sudah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 15 Mei lalu.

Februari lalu perusahaan masih mempekerjakan 90.000 pekerja tetap dan paruh waktu di beberapa lokasi. Hingga saat ini, belum ada informasi jelas berapa banyak pekerja yang terdampak penutupan toko.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)