RI 'Naik Kelas', Jepang Beri Hadiah Kenaikan Bunga Utang
Kamis, 22 Des 2005 14:25 WIB
Jakarta - Indonesia ternyata sudah 'naik kelas' dari negara penghasilan rendah menjadi negara penghasilan menengah. Atas prestasi itu, Jepang memberi kado pemerintah Indonesia berupa kenaikan suku bunga utang!Dubes Jepang Yutaka Iimura mengatakan, kenaikan suku bunga pinjaman dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen adalah berkaitan dengan naiknya peringkat Indonesia.Iimura menjelaskan, pada tahun lalu, Indonesia masih masuk dalam low income country dengan pendapatan per kapita di bawah US$ 765.Namun karena ekonomi Indonesia terus berkembang, peringkatnya naik menjadi lower middle income country dengan pendapatan per kapita di atas US$ 765. Termasuk dalam kategori ini adalah negara dengan pendapatan per kapita US$ 766-1.465."Kenaikan suku bunga itu terjadi karena sistemnya memang demikian. Jadi saya harap semuanya mengerti," ujar Iimura usai menemui Menkeu Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/12/2005).Namun demikian, Iimura mencoba meyakinkan bahwa suku bunga yang diberikan oleh Jepang masih sangat rendah. Ia mencontohkan suku bunga 1,5 persen adalah dengan grace period 10 tahun, dan waktu pembayaran kembali 30 tahun.Iimura juga mengungkapkan, pemerintah Indonesia sudah mengetahui perihal kenaikan suku bunga pinjaman Jepang ini. "Kami sudah menjelaskan ke Bappenas. Jadi ini bukan topik utama yang dibahas. Topiknya adalah untuk menstimulasi ekonomi dan bagaimana menciptakan situasi yang kondusif untuk investasi dan reformasi di bidang perpajakan," paparnya.Ditambahkan, tingkat suku bunga ini akan berlaku dalam paket pinjaman yen baru yang akan dikucurkan pemerintah Jepang dalam beberapa bulan mendatang. Pemerintah Jepang rata-rata tiap tahun memberikan pinjaman US$ 1 miliar.Pinjaman US$ 420 JutaPemerintah Jepang dalam enam bulan ke depan akan memberikan pinjaman sebesar US$ 420 juta untuk pelaksanan proyek-proyek infrastruktur yang diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Indonesia pada tahun depan membutuhkan dana sebesar Rp 10-15 triliun untuk infrastruktur."Jadi pemerintah Jepang akan menyediakan setengah atau sepertiganya dari dana yang dibutuhkan. Kami berharap ini dapat membantu menstimulus ekonomi dan memacu pertumbuhan," tegas Iimura.Jepang akan mempercepat pelaksanaan dari 50 proyek yang sedang direncanakan. Proyek-proyek itu tersebar di berbagai bidang, antara lain kelistrikan, jalan, dan jalur kereta api.
(qom/)










































