Luhut Prediksi Ekonomi RI Triwulan II-2020 Masih Lunglai

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2020 19:30 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal melemahnya perekonomian di Indonesia. Dia mengatakan pada tiga bulan pertama 2020 perekonomian melambat menuju 2,97% dari sebelumnya mencapai 5%.

Dia memprediksi pada kuartal berikutnya kemungkinan angkanya belum mengalami perbaikan. Malah dia menilai kemungkinan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II berada di bawah 2.97%.

"Q1 itu memang kita plus 2,97% turun dari 5%, kemudian kita lihat Q2 ini mungkin lebih bawah lagi," papar Luhut dalam sebuah diskusi online via Zoom, Jumat (6/5/2020).

Menurutnya pemerintah sudah memprediksi hal ini terjadi. Salah satu pemicunya adalah adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menekan aktivitas ekonomi. Tapi, Luhut menilai hal ini juga terjadi di negara lain.

"Tapi sudah diprediksi semua, hal ini karena ekonomi tidak jalan karena PSBB dampaknya begini, tapi lihat negara yang lain juga begitu," kata Luhut.


Luhut juga memaparkan ada 6 sektor usaha unggulan yang harusnya berkontribusi besar kepada perekonomian Indonesia, bahkan kapasitasnya menyumbang 69% ke perekonomian Indonesia. Sektor-sektor unggulan yang melemah ini memaksa perekonomian Indonesia tergoncang.

"Ini ada 6 sektor penyumbang PDB terbesar mengalami penurunan, itu ada 69% sumbang ke PDB Indonesia. Ini dampaknya membuat ekonomi kita mau nggak mau goncang," ungkap Luhut.

Dari paparannya sektor tersebut adalah industri pengolahan, perdagangan besar/eceran dan reparasi mobil/motor, pertanian, konstruksi, pertambangan, dan transportasi.



Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)