Antam Gaet Investor Jepang
Kamis, 22 Des 2005 19:24 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mengaku sudah mendapatkan investor dari Jepang yang akan ikut mengelola tambang bauksit di Tayan, Kalimantan Barat. Namun nama investor dari Jepang itu tidak dapat disebutkan."Tidak benar itu. Kita sudah mendapat investornya dari Jepang," kata Direktur Utama (Dirut) PT Antam Deddy Aditya Sumanagara kepada wartawan usai diskusi bulanan Privatisasi BUMN: Masalah, Tantangan, Solusinya di Hotel Hilton, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2005). Namun sayangnya Deddy tidak mau menyebutkan nama investornya. "Mereka mau berpartner dengan kita. Kita tidak bisa menyebutkan namanya, mereka (investor Jepang-red) tidak disebutkan namanya," kata Deddie.Rencananya pada Januari 2006 nanti baru dapat diumumkan nama investor Jepang itu. "Januari nanti baru akan diumumkan dan langsung penandatanganan kontraknya," ujar Deddy.Rencana investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan tambang bauksit di Tayan sebesar US$ 230-240 juta. "Investasi di Tayan merupakan bagian dari rencana investasi tahun 2006," ungkapnya.Soal MergerSementara itu, soal rencana merger antara PT Antam, PT Timah dan PT Bukit Asam, Deddy menyatakan, konsep yang saat ini tengah akan dijalankan adalah dalam bentuk holding. "Semuanya masih berupa konsep dan study. Konsepnya holding strategic dan belum dalam bentuk equity," katanya.Untuk rencana itu, kata Eddy, saat ini tengah dalam proses penunjukkan financial advisor dan strategic advisor. "Butuh waktu 3 hingga 6 bulan. Kita juga sudah menunjuk advisor-nya, tapi tidak bisa kita sebutkan sekarang," tukasnya.
(mar/)











































