Berita Terpopuler Sepekan

Kementerian BUMN Tanggapi Isu Ratusan Pilot Garuda Kena PHK

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 07 Jun 2020 19:00 WIB
Armada pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia
Foto: Garuda Indonesia
Jakarta -

Kabar tak mengenakan kembali berhembus dari PT Garuda Indonesia Tbk. BUMN maskapai itu dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah pilot, khususnya yang berstatus kontrak.

Berdasarkan sumber detikcom, ada sekitar 150 pilot berstatus kontrak yang menjadi korban efisiensi maskapai pelat merah ini.

"Ini untuk Garuda saja yang sudah ini, dalam terikat dalam perjanjian kontrak sekitar 150, itu rata-rata captain semua," kata dia kepada detikcom, Jakarta, Senin kemarin (1/6/2020).

Menurut sumber tersebut sebanyak 150 pilot Garuda ini mulai tidak bekerja lagi per 1 Juni 2020.

"Yang sudah dinyatakan dapat pemberitahuan ya sekitar 150 bahwa mereka akan diberhentikan per 1 Juni," ujarnya.

Keputusan ini, dikatakannya dampak hantaman COVID-19 terhadap industri penerbangan tanah air. Pandemi Corona awalnya menghantam sektor pariwisata nasional, setelah itu baru merembet ke industri penerbangan.

Dia pun memprediksi keputusan PHK kepada pilot garuda akan terus bertambah, setidaknya ada sekitar 700 pilot termasuk yang status pegawai tetap akan terkena.

"Kita memprediksi kemungkinan di Garuda terjadi pengurangan sampai 700 pilot totalnya," ungkapnya.

"Ini memang dampak COVID seperti ini, bisa dilihat sendiri bandara seperti apa, penumpang seperti apa, wah anjloknya nggak kira-kira. Penerbangan nomor dua, pariwisata duluan," tambahnya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun merespons isu PHK tersebut. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada manajemen.

Dia meminta maskapai pelat merah ini untuk menghitung dampak Corona, baik dari sisi bisnis maupun efisiensi yang dilakukan. Menurutnya, Garuda punya sejumlah pilihan, termasuk pilihan yang sulit untuk ditempuh manajemen.

"Kita serahkan kepada manajemen Garuda untuk menghitung dampak dari Corona, konsekuensi terhadap bisnisnya termasuk efisiensi-efisiensi yang dilakukan supaya Garuda tetap bisa bertahan dan bisa operasi. Pasti mereka punya pilihan-pilihan, kita tahu pilihan-pilihan yang sulit," katanya dalam teleconference, Selasa (2/6/2020).

Arya bilang, keputusan yang diambil Garuda pasti telah dihitung secara matang.

"Sehingga bagi kita, keputusan yang diambil Garuda pasti yang dipikirkan secara matang, baik secara bisnis maupun manajemen," jelasnya.



Simak Video "CT Nilai Pandemi Covid-19-Perang Rusia Vs Ukraina Bawa Berkah ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)