KPPU Ungkap Harga Gula RI 3x Lebih Mahal dari Internasional

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2020 19:17 WIB
Warga Bondowoso lapor polisi karena menjadi korban penipuan hingga Rp 1,6 miliar. Penipuan tersebut dilakukan oleh sepasang suami istri.
Foto: Chuk Shatu Widarsha
Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan bahwa harga gula domestik selama ini 263% atau hampir 3 kali lipat lebih mahal dibanding rata-rata harga internasional.

Tingginya selisih harga gula nasional dan harga gula internasional inilah yang mendorong produsen gemar melakukan importasi gula daripada meningkatkan produksi atau menyerap produksi domestik.

"Dari sisi harga ini, kita bisa lihat selisih harga yang terbentuk antara internasional dengan domestik itu lumayan jauh, selisihnya 2x lipat lebih, kalau di Mei itu sampai dengan 263% dan ini besar sekali hampir 3 kali lipat harga internasional. Yang perlu kita catat juga, harga-harga internasional ini cenderung relatif stabil di angka Rp 5.000- Rp 6.000 maksimal," tutur Direktur Ekonomi KPPU M. Zulfirmansyah dalam telekonferensi, Selasa (9/6/2020).

Zulfirmansyah menambahkan puncak harga tertinggi gula secara nasional terjadi pada April 2020 lalu. Saat itu, harga gula tembus Rp 18.400/kg. Hal ini terjadi, karena selama periode tersebut terjadi penurunan aktivitas importasi. Alasannya, saat itu memang harga gula Internasional memang sempat naik sedikit dari rata-ratanya.

"Kita lihat bahwa puncak kenaikan harga gula itu terjadi di April 2020 di harga 18.400, di puncak ini kita ketahui bahwa importasi itu memang masih kurang, waktu itu hanya sekitar 200.000-300.000 ton. Sementara kebutuhan kita itu hampir 400.000 ton waktu saat itu. Kebutuhan sampai lebaran itu 600.000 ton. Ini terjadi karena, menjelang April itu, kalau kita di Februari-Maret 2020 harga gula internasional itu memang agak tinggi, tapi setelah itu stabil," ungkapnya.

Maka dari itu, tidak heran kemudian harga gula di dalam negeri perlahan pun kian merosot. Sampai awal Juni ini, harga gula sudah turun hingga level Rp 16.900.

"Di medio Mei-Juni itu langsung terjadi penurunan, tadinya 38% (selisih dengan harga eceran Rp 12.500) sekarang 35%, di ritel modern tadinya 24% sekarang 19% artinya ada turun 5%. Dari sebelum lebaran sampai dengan sekarang sudah mencapai Rp 16.900," tandasnya.



Simak Video "Dear Pemerintah, Pembuat Gula Aren Purwakarta Minta Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)