Ma'ruf Amin Beberkan Pentingnya New Normal Dongkrak Ekonomi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2020 13:37 WIB
KH Maruf Amin blak-blakan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan saat ini Indonesia mulai masuk ke new normal atau kenormalan baru. Ia menjelaskan, new normal baru bisa dilakukan jika angka penularannya bisa dikendalikan.

"Kenapa tidak kemarin-kemarin? Karena memang ada aturan dari WHO kita boleh masuk ke pada new normal itu apabila tingkat penularannya COVID atau transmisi COVID-nya sudah bisa dikendalikan, baru sekarang lah yang sudah bisa dikendalikan," katanya dalam acara Halalbihalal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Selasa kemarin (9/6/2020).

Dia melanjutkan, hal itu tidak boleh diundur lagi. Sebab, jika diundur ekonomi akan semakin parah dan susah untuk pulih. "Tetapi juga tidak boleh diundur lagi kalau tidak keterpurukan ekonomi semakin parah dan susah untuk kembali," ujarnya.

Sebab itu, ia meminta peran bank syariah untuk memulihkan ekonomi. Dia bilang, bank syariah perlu menyiapkan program-program yang realistis.

"Oleh karena itu sekarang saatnya dan ini saya kira peran bank syariah dan juga lembaga keuangan syariah yang lain untuk melakukan upaya-upaya pemulihan sehingga perlu disiapkan program-program yang lebih realistis," terangnya.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf juga mengatakan, jika sebelumnya yang dihadapi ialah darurat COVID-19, pada new normal yang dihadapi ialah darurat COVID-19 dan ekonomi.

"Sekarang ini kita berada di masa transisi new normal, normal baru ini di mana ini kita, kalau kemarin kita khusus fokus untuk penanggulangan COVID karena kita anggap sebagai pembahaya, karena itu langkah kita sekarang adalah menghadapi, menanggulangi dua-duanya," ujarnya.

"Menangkal dua-dua bahaya ini, dua-dua darurat ini, atau menghilangkan dua darurat ini. Ini sekarang darurat COVID dan darurat keterpurukan ekonomi dan keuangan," tutupnya.



Simak Video "Ma'ruf Amin: Pemerintah Sangat Serius Kaji Penerapan New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)