Restoran Padang hingga Prasmanan Punya Jurus Tangkis Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2020 13:42 WIB
nasi padang
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) memaksa dunia usaha untuk beradaptasi agar tetap produktif. Begitu juga dengan pelaku usaha restoran yang harus menyiapkan protokol khusus agar para pelanggannya tetap merasa aman jika hendak makan di tempat atau dine-in.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin mengatakan, masing-masing restoran punya protokol pencegahan COVID-19 yang berbeda.

"Sistem pelayanannya kan berbeda-beda. Jadi mereka punya cara yang berbeda-beda," tutur Emil kepada detikcom, Rabu (10/6/2020).

Ia mencontohkan protokol kesehatan di restoran masakan padang. Emil mengatakan, cara pelayanan di restoran tersebut kini tak lagi sama.

"Banyak adaptasi yang dilakukan ke cara baru. Di restoran Padang itu modelnya etalase, pengunjung tinggal tunjuk mau menu apa. Jadi nggak ada lagi penyajian semua menu di meja, dibawa banyak-banyak. Jadi dia pilih, makan, lalu bayar. Nah ada juga restoran padang yang sekarang pakai menu, pelanggan memilih, lalu bayar," kata Emil.

Kemudian di restoran prasmanan memiliki cara yang berbeda juga dalam menerapkan protokol pencegahan Corona. Kini, pengunjung di restoran prasmanan tidak lagi melayani diri sendiri atau selfserve.

"Sekarang nggak mengambil makanan sendiri, disajikan. Ada juga yang orang datang, dia milih, lalu petugasnya yang mengambilkan. Dia nggak mengambil sendiri, jadi setiap lauk pauk ada petugasnya di situ yang pakai face shield, masker, sarung tangan. Lalu ada yang tinggal tunjuk karena makanannya di etalase, dia mau apa, diambilkan. Jadi nggak selfserve lagi, sudah nggak ada," papar Emil.

Sementara, untuk restoran pada umumnya kini membatasi kapasitas tiap meja. Hal ini dilakukan demi mematuhi ketentuan physical distancing.

"Sekarang kan yang penting jaraknya sudah ditetapkan 1 meter. Jadi kalau 1 meja muat 4 ini cuma muat 3. Di ujung kiri satu, ujung kanan 1, sama tengah," jelas dia.

Namun, menurut Emil ketentuan itu tak seluruhnya diterapkan di restoran yang menghidangkan masakan Arab Saudi.

"Restoran Arab itu mejanya besar, jadi pelanggan sudah sangat berjarak duduknya. Karena restoran Arab itu kan menunya besar, sehingga piringnya besar-besar. Mejanya itu 120 cm lebarnya," urai Emil.

Tetapi, restoran Arab pun punya beberapa jenis. Sehingga, protokol pencegahan Coronanya pun berbeda lagi.

"Nah ada yang duduk di bawah, di 1 ruangan kotak. Kalau ini sekarang dibatasi 1 ruangan, misalnya kapasitas 8 orang, kini hanya 4 orang. Nah itu kan nggak pakai meja, jadi makan itu lesehan. Tapi biasanya kan itu 1 keluarga, dia 1 rumah dan 1 mobil, jadi nggak ada masalah biasanya," terangnya.

Lalu, Emil menuturkan kini pemberian menu kepada pelanggan pun sedikit berubah.

"Sekarang menu ada yang pakai kertas jadi sekali buang. Ada juga yang dilaminating semua. Jadi pramusaji sebelum memberikan ke customer dia disinfektan, lalu setelah customer pilah-pilih, dikembalikan, lalu disinfektan lagi," imbuh dia.

Secara keseluruhan, Emil memastikan restoran anggota PHRI sudah menyiapkan protokol khusus dan akan diterapkan secara ketat.

"PHRI membuat versi sendiri berdasarkan masukan-masukan, dan juga acuan dari Kemenkes dan WHO. Ini kita sampaikan juga kepada Kemenparekraf. Saya kira itu sudah cukup bagus," tutup Emil.



Simak Video "Masak Masak: Tips Bikin Telur Barendo "
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)