Ditantang Debat Rizal Ramli, Jubir Luhut: Jangan Jadi Urusan Politik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2020 13:49 WIB
Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi
Foto: Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta -

Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengungkapkan bahwa pemerintah, khususnya kementeriannya selalu terbuka untuk diskusi dengan masyarakat, tak terkecuali dengan para ahli. Dengan catatan diskusi dilakukan untuk tujuan membangun, bukan cuma debat-debat untuk saling menjatuhkan.

Hal ini diungkapkan Jodi menanggapi tantangan debat terbuka yang disampaikan ekonom senior Rizal Ramli kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Jodi mengatakan, diskusi akan dilakukan bukan untuk menjadikan panggung politik bagi siapapun. Menurutnya, hal tersebut tidak elok.

"Saya tegaskan lagi, kalau mau ini bukan panggung buat siapa-siapa jangan dijadikan dan dibawa ke urusan politik lah. Nggak elok! Capek lah kita kayak begitu," tegas Jodi ditemui di kantornya, bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020).

Jodi pun menegaskan bahwa pihaknya merangkul semua pihak dalam membentuk kebijakan. Dia mengatakan apabila ada kritik dilakukan bukan untuk cari panggung.

"Kita rangkul semua kok. Kita banyak masukan dari mana-mana. Kalau kritikus mau diskusi, silakan, tapi kita bukan cari panggung dan menang-menangan," ungkap Jodi.

Menanggapi tantangan Rizal Ramli, Jodi menilai tantangan tersebut bagaikan mau menjatuhkan pemerintah, bukan untuk memberi kritik membangun.

"Mindsetnya ini mereka sudah beda di sana, kayaknya dia seakan-akan mau jatuhkan pemerintah aja. Kan nggak semudah itu aja jatuhin pemerintah," tegas Jodi.

Dia menyatakan pihaknya pun masih tak menutup kemungkinan akan mengundang Rizal Ramli untuk berdiskusi. Dengan catatan bukan untuk saling menjatuhkan.

"Dan kita nggak menutup kemungkinan mau undang juga Rizal Ramli, tapi dengan konsep bukan untuk politik menjatuhkan. Segala macam isu lah ekonomi atau apa," jelas Jodi.



Simak Video "Luhut: Potensi Industri Game Indonesia Capai US$ 2 miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)