Apple dan YouTube Gelontorkan Rp 1,4 T Demi Berantas Rasisme

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 10:07 WIB
BEIJING, CHINA - FEBRUARY 01: A Chinese employee wears a protective mask as he sits in the showroom of an Apple Store after it closed for the day on February 1, 2020 in a shopping district in Beijing, China. Apple announced it was closing all of its stores in China until February 9th due to the outbreak of the coronavirus in Wuhan, The number of cases of a deadly new coronavirus rose to almost 12000 in mainland China Saturday, days after the World Health Organization (WHO) declared the outbreak a global public health emergency. China continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities have put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 250 on Saturday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, India, the United Kingdom, Germany, France and several others. The World Health Organization  has warned all governments to be on alert and screening has been stepped up at airports around the world. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Apple berencana menyumbang pemasok Apple milik warga kulit hitam sebesar US$ 100 juta setara Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.000/ dolar US). Hal ini dilakukan sebagai respons inisiatif perusahaan dalam memerangi rasisme.

Sementara YouTube juga berencana menggelontorkan US$ 100 juta untuk mendanai sebuah proyek seniman untuk mendukung warga kulit hitam.

Dikutip dari Reuters, Jumat (12/6/2020), upaya tersebut dilakukan sebagai dukungan dari perusahaan-perusahaan besar kepada gelombang aksi dan protes yang baru-baru ini terjadi akibat diskriminasi orang kulit hitam dan kematian George Floyd pada 25 Mei lalu.

CEO Apple Tim Cook dalam sebuah video yang diposting di Twitter mengatakan Apple akan melakukan langkah-langkah dalam mendukung kaum minoritas kulit hitam. Apple akan membuat program aplikasi dan inisiatif yang meningkatkan keragaman dan inklusi di perusahaan.


Sementara, Head Executive YouTube Susan Wojcicki mengatakan dalam sebuah postingnya perusahaan akan menggelontorkan dana US$ 100 juta selama beberapa tahun ke depan.

Dana tersebut akan digunakan YouTube untuk membuat proyek yang akan memberikan tempat warga kulit hitam berbicara bagi saksi keadilan rasial dan menyadarkan masyarakat untuk mendukung dan melindung orang kulit hitam.

Proyek video pertama dana tersebut, "Bear Witness, Take Action," akan tayang perdana di YouTube pada pukul 6 malam pada Sabtu, (13/6/2020).

Video itu akan melibatkan musisi hingga YouTuber yang akan berbicara upaya bagaimana membangkitkan dukungan masyarakat terhadap orang kulit hitam.



Simak Video "iPhone Dikabarkan Akan Berubah Nama Jadi Apple Phone"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)