Stok Beras Sudah Lampu Merah

Dirut Bulog:

Stok Beras Sudah Lampu Merah

- detikFinance
Jumat, 23 Des 2005 15:35 WIB
Jakarta - Data stok beras nasional memang simpang siur. Jika Mentan Anton Apriantono mengklaim stok beras cukup, namun ternyata Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo tak sependapat. Widjanarko justru menilai stok beras kini sudah lampu merah alias mengkhawatirkan.Widjanarko mengungkapkan, pasokan beras nasional dalam tiga hari ini di pasar induk Cipinang hanya mencapai 1.700 ton per hari. Padahal berdasarkan standarnya, pasokan beras itu minimal mencapai 2.000 ton per harinya."Saya tadi meninjau ke pasar, dan sekarang saya mau laporan," kata Widjanarko sebelum menemui Menko Perekonomian Boediono di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/12/2005).Pasar induk Cipinang saat ini menjadi pasar sentral sebagai barometer stok pangan beras nasional. Angka pasokan beras di pasar Cipinang ini dinilai Widjanarko sudah mencapai level yang mengkhawatirkan.Ditambahkan Widjanarko, pada Oktober hingga Januari, terjadi penurunan stok pangan, mengingat pada empat bulan tersebut Indonesia mengalami masa paceklik."Itu kan biasa. Sepanjang sejarah, dalam empat bulan itu Indonesia masih paceklik. Jadi jangan sampai ada yang bilang tidak ada paceklik. Itu tidak benar. Sudah sejak nenek moyang begitu kok," tambah Widjanarko.Namun Widjanarko belum mengetahui berapa kira-kira angka penurunannya. "Tetapi produksi di bawah konsumsi selama empat bulan ini. Jadi kita lihat apakah stok masyarakat ini mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tegasnya.Widjanarko minta masyarakat tidak melebih-lebihkan soal impor. Hal yang biasa saja, tidak perlu diributkan. "Itu soal biasa. Jadi jangan dihebohkan," tukasnya.Sebelumnya, Mentan mengatakan bahwa saat ini memang terjadi defisit beras 25 ribu ton. Namun menurut Mentan, sebenarnya masih tersedia beras di masyarakat sebanyak 2,4 juta ton. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads