RI Mau Buka Akses Wisatawan dari China hingga Australia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 19:35 WIB
Pemerintah tengah mengejar target wisatawan 17 juta wisman 2017. Target itu akan naik menjadi 20 juta wisman pada 2019.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah akan membuka akses masuk untuk wisatawan asing. Nantinya akses masuk dibuka untuk wisatawan asal empat negara, yaitu China, Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Australia.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M.Manuhutu menjelaskan bahwa pihaknya dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang berdiskusi soal rencana ini.

"Kapan kita akan membuka? Saat ini di kita sedang merancang travel bubble untuk 4 negara, RRT (Republik Rakyat Tiongkok/China), Korsel, Jepang dan Australia. Ini dibahas di ratas kita buka keempat negara kemudian negara lain, tentunya dengan perhatian protokol kesehatan," jelas Odo dalam video conference, Jumat (12/6/2020).

Odo menjelaskan kemungkinan travel bubble ini akan digunakan terlebih dahulu bagi para pengusaha untuk perjalanan bisnis. Nantinya, para wisatawan yang bertujuan untuk plesiran baru masuk.

"Travel bubble itu pada awalnya itu yang berpergian dalam waktu dekat ini kan pengusaha untuk business trip. Namun, tidak menutup kemungkinan buat wisatawan, gerbong yang menarik itu pengusaha datang ke Indonesia," kata Odo.

"Travel bubble seperti pintu lah. Lorongnya lagi disiapkan, ketika lorongnya akan dibuka baru wisatawan akan datang," lanjutnya.

Namun, soal kapannya Odo belum bisa menentukan. Semua menurutnya kembali kepada situasi di dalam negeri, termasuk soal tren kasus Corona. Rencana ini pun akan dibicarakan dengan Gugus Tugas COVID-19.

"Kita nggak bisa bilang kapannya ya, tergantung dari situasi di masing-masing daerah," kata Odo.



Simak Video "3 Strategi Wishnutama Bangkitkan Pariwisata-Industri Kreatif di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)