Blak-blakan Imbas Corona terhadap Susi Air, Susi Singgung Pailit

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 19:52 WIB
Susi Pudjiastuti
Foto: Foto: Agung Pambudhhy/Detik
Jakarta -

Bisnis transportasi udara tengah 'babak belur' dihantam pandemi COVID-19. Kondisi tersebut juga dialami mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pemilik Susi Air tersebut bercerita sudah dua bulan bisnisnya mandek imbas Corona.

"Susi Air dua bulan nol penerbangannya. Tidak ada sama sekali (pemasukan)," kata Susi dikutip dari YouTube FMB9ID_IKP, Jumat (12/6/2020).

Yang lebih menyedihkan lagi saat tidak ada pemasukan dirinya harus tetap membayar semua kewajiban seperti kondisi normal. Misalnya saja setiap 3 bulan harus mengeluarkan Rp 8 juta untuk mengurus security clearance untuk 24 pegawainya.

"Itu semua beban terus jalan tetapi penerbangan tidak ada sama sekali. Tapi kan kalau mau terbang kita juga harus siap. Jadi ini ekonomi tersulit dalam hidup usaha saya bekerja," ucapnya.


Susi menyebut kondisi ini sangat berat dan penuh ketidakpastian, bahkan bukan tidak mungkin maskapainya tersebut akan pailit. Merumahkan karyawan telah dilakukan, jika perusahaan memilih menjual aset disebut tidak akan mudah pada kondisi sekarang ini.

"Kami bertahan dengan menutup banyak cabang, merumahkan banyak karyawan. Tapi kalau tidak kembali kan ya harus shutdown total, harus give up (menyerah) atau dalam undang-undang (UUD) kepailitan ya kita harus menyatakan pailit," katanya.

Meski dalam seminggu terakhir sudah ada penerbangan, namun Susi Air baru melayani penerbangan logistik ke Jakarta dan masih di bawah 2% dari kapasitas maksimal saat normal. Susi memperkirakan penerbangan baru bisa naik 50% saat 2021.

"PCR di daerah tidak mungkin (dilakukan) ya karena PCR saja lebih mahal dibandingkan harga tiket. Kalau dibuka saya perkirakan bisa mencapai 50% baru tahun depan, tapi selama satu tahun ini perawatan dari mana?," ujarnya.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Beri Selamat-Doa ke Trenggono, Susi Pudjiastuti: Semoga Amanah"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)