Beberkan 4 Jurus Maut, Erick Thohir Minta BUMN Jangan Gaduh

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 13 Jun 2020 14:31 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bahas kasus Asuransi Jiwasraya bersama Komisi VI DPR. Erick buka-bukaan soal penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir punya rencana besar terrhadap perusahaan pelat merah. Pertama, perusahaan pelat merah itu harus kembali ke core bisnisnya.

Kedua, BUMN itu harus profesional dan transparan.

"Tidak lagi ada konsep project based, kita mau dari mana kita proses bisnis. Jadi bukan bikin produk ini, tapi kita melihat secara menyeluruh perlu nggak barang ini," kata Erick dalam live Instagram IDN Times, Sabtu (13/6/2020).

Ketiga, BUMN harus konsolidasi. Berdasarkan riset Kementerian BUMN bersama Mckenzie, ada 68% perusahaan pelat merah bisa dikonsolidasikan. Konsolidasi ini juga sejalan dengan rencana mengurangi klaster BUMN dari yang awalnya sebanyak 27 menjadi 12 klaster.

Menurut Erick, konsolidasi BUMN ini juga mampu memberikan peluang bagi pengusaha lokal maupun UMKM bersaing. Keempat, Erick ingin semua BUMN didasari kultur atau akhlak yang baik, sebab mengoperasikan perusahaan negara itu adalah amanah.

"Oleh karena itu dari awal saya akhlak itu menjadi yang terpenting di BUMN, ada yang namanya amanah, kompeten, harus harmonis, jangan kita buat gaduh akhirnya nggak kompak, loyalitas juga penting, tantiem sama bonus harus, tetapi tetap jangan membuat kerajaan kecil, adaptif, kolaboratif," tutur Erick.



Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)