Tambah Lagi, Utang Luar Negeri RI Jadi Rp 5.602 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 10:35 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Terkendali

Petugas menata tumpukkan uang di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (17/1). Bank Indonesia menyatakan perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) sebesar 347,3 miliar dolar Amerika pada November 2017 tetap terkendali, hal tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto akhir November 2017 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Utang luar negeri (ULN) Indonesia periode April 2020 tercatat US$ 400,2 miliar. Angka ini tumbuh 2,9% dibandingkan dengan pertumbuhan Maret 2020 sebesar 0,6%.

Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan ULN ini terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 192,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 207,8 miliar.

ULN pemerintah tercatat mengalami kontraksi. Pada akhir 2020 tercatat US$ 189,7 miliar atau tumbuh 1,6% year on year berbalik dari kondisi bulan sebelumnya yang terkontraksi 3,6%.

"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh arus modal masuk pada Surat Berharga Negara (SBN), dan penerbitan Global Bonds Pemerintah sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pembiayaan, termasuk dalam rangka penanganan wabah COVID-19," tulis keterangan resmi BI, Senin (15/6/2020).

Pengelolaan ULN Pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang saat ini dititikberatkan pada upaya penanganan wabah COVID-19 dan stimulus ekonomi.

Kemudian, sektor prioritas tersebut mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,3% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,4%), sektor jasa pendidikan (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "7 Utang Pemerintah ke BUMN, Totalnya Capai Rp 108,48 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]