New Normal, Bank Sudah Harus Kurangi Layanan Tatap Muka

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 15:25 WIB
Ilustrasi Mobile Banking
Foto: shutterstock
Jakarta -

Untuk menghadapi era new normal saat ini perbankan di Indonesia harus menuju open banking berbasis application programming interface (API) hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan layanan digital yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Executive Vice President Digital Center of Excellence BRI Kaspar Situmorang mengungkapkan saat ini bank memang diharapkan bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya seefisien mungkin.

"BRI terus berinovasi dengan menjadi bank yang go smaller, go shorter dan go swifter," kata dia dalam diskusi online, Senin (15/6/2020).

Menurut dia, agar bank bisa mencapai tujuan tersebut dibutuhkan fondasi digital dan ekosistem yang kuat. Saat ini BRI telah mengembangkan bentuk layanan digital untuk masyarakat seperti BRI mobile, BRI Spot, dan layanan Chatbot Sabrina. Di 2019 bank BRI dan anak usahanya menciptakan digital lending berupa Pinang dan Ceria.

Saat ini melalui digitalisasi BRI berhasil mempersingkat waktu layanan loan delivery. "Loan service delivery yang sebelumnya membutuhkan waktu dua minggu di 2019 kita berhasil mempersingkat waktunya menjadi hanya dua menit," Ujar Kaspar.

Kemudian BRI juga melakukan eksplorasi untuk masuk ke ekosistem digital dan juga ke new propotition digital lending berbasis AI (artificial intellegent) dan big data. Menurutnya, BRI telah mengaklerasi Open API untuk bisa berintegrasi dengan berbagai macam ekosistem yang ada di Indonenesia.

Melalui integrasi ini, maka BRI dapat melakukan interkoneksikan layanan perbankan yang dimiliki oleh BRI dengan penyedia layanan lainnya di seluruh Indonesia.

"Kita juga bekerja sama dengan layanan fintech untuk mengaklerasi pertumbuhan pemberian lending di industri kreatif. Sejak 2018 kita sudah bekerja sama dengan investree dengan pinjaman lebih Rp500 miliar dan belum ada NPL," tambahnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)