Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Negatif di Kuartal II-2020

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 10:37 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati khawatir ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 negatif. Hal ini diperkirakan terjadi karena masih terdampak virus Corona.

"Indonesia tidak terkecuali masih bisa tahan 2,97% di kuartal I. Kuartal II ini kontraksi akan terjadi karena full PSBB dilakukan di tempat yang berkontribusi ekonomi besar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Ini akan pengaruh kuartal II ada di negatif teritori -3,1%," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/6/2020).

Untuk mempertahankan ekonomi tetap positif di kuartal II juga bukan pekerjaan mudah. Terlebih lagi banyak yang memproyeksikan ekonomi di kuartal II akan minus.

"Hampir semua lembaga buat proyeksi kuartal II untuk ekonomi Indonesia hampir semuanya membuat prediksi kuartal II itu negatif. Mungkin hanya sedikit yang positif hampir semua negatif antara -3 bahkan -6%. Kuartal III akan mulai membaik kuartal IV positif," katanya.

"Dari sisi ini kita lihat forecast sangat ditentukan apakah kuartal III lebih baik dari kuartal II. Apakah kuartal IV akan ada recovery yang mulai muncul itu proyeksi 2020. KIta gunakan -0,4, - 2,3% meski poin estimate kita di level di antara 0-1%," lanjutnya.

Pihaknya terus melihat berbagai perkembangan yang terjadi di tengah pandemi ini, termasuk data ekspor dan impor yang baru saja dirilis BPS kemarin.

"Kita akan lihat terus karena masih lihat perkembangan. BPS keluarkan ekspor impor turun tajam ini akan pengaruhi investasi dan dari sisi ekspor ke depan. Ini suatu yang harus dilihat sebagian ada di dalam negeri seperti konsumsion ita, sentimen global yang tadi saya tunjukan," tuturnya.



Simak Video "Gegara Corona, Jokowi Prediksi Defisit APBN Mencapai 5,07%"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ang)