Pengamat: Telkom Harus Cari Sumber Pendapatan Selain dari Telkomsel

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 14:40 WIB
Gedung telkom
Gedung Telkom/Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta -

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk masih mengandalkan kontribusi pendapatannya dari anak usaha Telkomsel. Hal ini pun sempat 'disentil' Menteri BUMN Erick Thohir.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat Telkomsel memang masih menjadi penghasilan utama Telkom. Oleh karena itu, Telkom harus menjadi pendapatan dari sumber lain.

"Iya memang, penghasilan utama Telkom ya dari Telkomsel. Nah, ke depan harus ada sumber lain juga selain Telkomsel yang bisa menjadi revenue generator bagi Telkom," katanya kepada detikcom, Selasa (16/6/2020).

Untuk mendorong kinerja Telkom, dia juga berpendapat agar anak usaha yang banyak dirasionalisasi. Menurutnya, Telkom sebaiknya melepas perusahaan yang di luar dari bisnis inti.

"Dengan anak usaha banyak, harus ada rasionalisasi juga, mana yang memang cocok diambil Telkom dan mana yang harus dilepas. Perusahaan yang mengurus di luar core bisnis, baiknya dilepas. Atau juga yang kecil-kecil ngurusi instalasi dibubarkan saja, kasih ke UMKM," ungkapnya.

Sementara, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pekerjaan rumah Telkom ialah membawanya menjadi perusahaan kelas dunia.

"(PR) membuat lebih baik, itu aja, selama ini kan baik, selama ini pimpinan di Telkom sudah bekerja dengan baik terbukti tingkat keuntungan dan sebagainya. Kalau disebut PR mungkin bagaimana membawa Telkom, potensinya ada, membawa Telkom menjadi perusahaan kelas dunia," ungkapnya.

Dalam catatan detikcom, Erick Thohir pernah menjelaskan era disrupsi merupakan sesuatu yang tak bisa terhindarkan. Maka itu, Erick ingin BUMN menyesuaikan perubahan tersebut. Erick kemudian menyinggung Telkom yang mendapat keuntungan dari anak usahanya Telkomsel.

"Telkom ke depan, ada dari Telkom? Saya juga enak jadi Telkom, Telkomsel dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70%. Mendingan nggak ada Telkom. Langsung aja Telkomsel dimiliki oleh Kementerian BUMN dividennya jelas," kata Erick di Menara Mandiri Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Erick pun kemudian memaparkan rencana Telkom ke depan. Ia ingin agar Telkom menjadi sebuah perusahaan yang menghimpun data.

"Karena itu, ke depan kita mau yang namanya Telkom berubah ke arah salah satunya ada hubungan poin 3, data base, big data, cloud, masa cloud dipegang Alicloude, dengan data base begitu besar yang dibilang new oil masa diambil negara lain," jelasnya.



Simak Video "Berkah Ulang Tahun! Telkom Akhirnya Buka Blokir Netflix"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)