Pengusaha Global Turun Tangan Atasi Dampak Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2020 21:45 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Virus Corona memberikan dampak besar pada perekonomian. Sebab, banyak bisnis yang tutup dan berimbas pada peningkatan jumlah pengangguran.

Pemulihan perekonomian dampak COVID-19 ini diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.

"Jumlah pengangguran telah meningkat secara dratis. Penutupan bisnis yang sebelumnya sementara telah menjadi penutupan yang permanen. Pemulihan kembali perekonomian ke level sebelum krisis COVID-19 dapat memakan waktu bertahun-tahun," kata Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres pada pertemuan virtual Aliansi Investor Global Untuk Pembangunan Berkelanjutan (GISD) dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Pertemuan virtual ini diadakan oleh PBB (10/6/2020) dengan para pemimpin lembaga keuangan dan bisnis terkemuka yang berkomitmen meningkatkan investasi berkelanjutan secara global, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan akibat terdampak pandemi COVID-19.

GISD merupakan aliansi yang terdiri atas 30 pemimpin bisnis dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dalam menanggapi krisis akibat COVID-19, anggota aliansi sepakat dalam mempercepat upaya untuk menyelaraskan investasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengintegrasikan SDGs ke dalam bisnis model mereka.

Mereka juga berkomitmen untuk membangun pembiayaan inovatif dan platform investasi untuk memajukan Sustainable Development Goals melalui COVID-19 bonds, risk-sharing tools, joint investment dan business matchmaking platforms bagi negara-negara yang terdampak, termasuk Indonesia.

Anggota aliansi GISD mewakili Indonesia, Shinta Kamdani mengatakan dalam situasi krisis akan ada peluang untuk memperbaiki tatanan sosial ekonomi, termasuk paradigma pembangunan.

"Pemulihan ekonomi dari COVID-19 akan membutuhkan investasi yang berkelanjutan dan resilient. Ke depannya Sustainable Development Goals (SDGs) akan menjadi kunci penting untuk pemulihan ekonomi, sehingga sektor usaha harus mulai mengintegrasikan nilai tersebut ke bisnis model mereka," katanya.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan krisis sosial dan ekonomi cukup dalam di Indonesia. Tercatat sebanyak 3,05 juta pekerja terdampak PHK, dan beberapa sektor bisnis mengalami penurunan kinerja yang signifikan. Pandemi ini membuktikan bahwa aspek sosial dan lingkungan memainkan peranan penting untuk aktivitas perekonomian.

Shinta Kamdani yang juga CEO Sintesa Group menyatakan telah membangun roadmap SDGs untuk diintegrasikan dalam bisnisnya.

"Pandemi ini kita manfaatkan untuk transformasi Sintesa, salah satunya melalui perubahan operasi bisnis yang akan diarahkan ke lensa ekonomi yang sirkular, di sisi lain kita juga telah berkolaborasi dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia untuk mendukung pencapaian program berkelanjutan melalui penyediaan akses investasi sosial (impact fund) bagi UMKM yang sejalan dengan fokus SDGs," tutupnya.



Simak Video "PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 13 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)