Inflasi RI Rendah, Ini Pesan Sri Mulyani Buat BI

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 20:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sri Mulyani membahas kondisi ekonomi di tahun 2020.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan Bank Indonesia (BI) agar tidak terlalu nyaman dengan realisasi inflasi yang rendah pada saat ini. Sebab, rendahnya inflasi saat ini lebih dikarenakan penurunan daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja (raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun anggaran 2021.

"Tingkat inflasi kita alami penurunan. Dengan hal ini tentunya Bank Indonesia agak sedikit merasa lebih merasa nyaman bahwa inflasi kita sekarang turun," kata Sri Mulyani, Kamis (18/6/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi per Mei 2020 berada di angka 0,07%, jika dilihat secara tahunan maka inflasi berada di level 2,19%. Inflasi yang sebesar 0,07% di Mei 2020 pun menjadi inflasi Lebaran yang paling rendah sejak 1978.

Menurut Sri Mulyani, rendahnya angka inflasi saat ini lebih dikarenakan penurunan daya beli masyarakat, lantaran banyaknya masyarakat yang penghasilannya terdampak pandemi Corona.

"Ini disebabkan karena daya beli masyarakat terutama konsumsi rumah tangga yang mengalami pelemahan cukup drastis," jelasnya.

Oleh karena itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta Bank Indonesia (BI) tetap memberikan kebijakan moneter yang lebih akomodatif untuk menjaga tingkat inflasi rendah.

"Hari ini Bank Indonesia sudah turunkan (suku bunga) 25 bps pada angka 4,25% namun kita lihat inflasi kita masih di sekitar angka 2 bahkan di bawah 3%," ungkap dia.



Simak Video "Sri Mulyani Akui PSBB Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Minus"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)