UMKM Terpukul Corona, Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp 123 T

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 23:09 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Syailendra Hafiz Wiratama
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini memberikan dampak ekonomi hampir di semua sektor. Salah satu yang mengalami dampak terparah yaitu di sektor UMKM.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 123,46 triliun khusus untuk UMKM.

"Pemerintah mempersiapkan khusus UMKM ini Rp 123,46 triliun. UMKM memang menjadi prioritas pertama pemerintah di anggaran 2020 karena UMKM itu yang pertama terpukul," ucapnya dalam Webinar Reset & Transformasi Ekonomi (Economic Reset & Transformation): Mendorong Peran Dunia Usaha dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (18/6/2020).

Biaya penanganan COVID-19 untuk UMKM sebesar Rp 123,46 triliun itu dianggarkan antara lain untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk perbankan agar segera bisa restrukturisasi, jaminan, persiapan modal kerja baru, PPH final untuk UMKM yang ditanggung pemerintah, dan pembiayaan untuk LPDB. Sedangkan untuk kartu Pra Kerja hanya untuk pegawai yang terkena PHK.

"Terkait dengan UMKM yang namanya pengusaha kita berikan relaksasi kredit. tetapi tentunya kalau untuk pekerja itu adalah untuk pegawainya ataupun untuk pekerjaannya yang kena PHK atau di rumah kan tetapi kalau pengusahanya tentu yang diberikan adalah relaksasi subsidi bunga," katanya.

Terkait dengan subsidi bunga, pemerintah menggelontorkan Rp 35,28 triliun untuk 60.66 juta rekening UMKM. Dari anggaran tersebut, Rp 27,26 triliun untuk subsidi bunga yang diajukan melalui BPR, perbankan, dan perusahaan pembiayaan. Kemudian Rp 7,53 triliun untuk subsidi yang diajukan melalui KUR, UMi, Mekaar, dan Pegadaian. Lalu Rp 0,49 triliun untuk pengajuan melalui online, koperasi, petani, LPDB, LPMUKP, dan UMKM PEMDA.

"Dengan subsidi bunga sebesar Rp 35 triliun itu setara dengan out standing kredit menerima subsidi adalah Rp 1.600 triliun dan penundaan pokoknya adalah Rp 285,09 triliun," jelasnya.

Airlangga berharap masyarakat tetap optimis menghadapi krisis ekonomi dalam masa pandemi COVID-19 ini. Masa seperti ini, lanjutnya, justru menjadi kesempatan untuk bekerja sama antara dunia usaha UMKM dengan pemerintah. Ia percaya bahwa entrepreneur Indonesia mampu melewati masa krisis ini.

"Pemerintah berharap bahwa kita optimis karena optimisme itu adalah yang bisa menyelesaikan pekerjaan dan kamu percaya bahwa entrepreneur itu selalu dan selalu di atas rata-rata dan kemampuan di atas rata-rata inilah diharapkan untuk mencari jalan keluar di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini," pungkasnya.



Simak Video "Airlangga Soal Vaksin Corona: Halalan Thayyiban"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)