701 Pedagang Pasar Positif Corona, Ini Datanya

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2020 22:00 WIB
Pegadang menjalani test swab PCR di Pasar Petojo Encek, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Sebanyak 42 pedagang menjalani test swab pcr yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas kecamatan Gambir.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan adanya penambahan 128 kasus pedagang pasar positif Corona dari sebelumnya yang sebanyak 573 orang menjadi 701 orang. Sedangkan kasus pedagang pasar yang meninggal karena Corona tidak mengalami penambahan atau tetap di angka 32 orang. Data ini dihimpun dari 129 pasar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari total kasus tersebut, kasus terbanyak tercatat dari Padang dengan total 113 kasus atau lebih dari separuh kasus terjadi di Pasar Raya Padang yang mana 3 orang di antaranya meninggal dunia karena Corona. Selanjutnya disusul Pasar Besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah sebanyak 50 kasus dan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur sebanyak 49 kasus.

Lalu, Pasar Kobong Jawa Tengah sebanyak 28 kasus positif, Pasar Marabahan Batola, Kalimantan Selatan sebanyak 24 kasus, Pasar Kebun Semai sebanyak 20 kasus, Pasar Kumbasaro, Bali sebanyak 18 kasus, Pasar Induk Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) sebanyak 17 kasus positif dan 3 orang meninggal dunia. Sisanya yakni 121 pasar lainnya mencatat tak lebih dari 17 kasus positif Corona.

Melihat penambahan kasus tersebut, Ketua SIGAP COVID-19 Ikappi Dimas Hermadiyansyah mengimbau seluruh pemerintah daerah dan pengelola pasar untuk memberi perhatian dan tindakan yang tepat untuk menghentikan mata rantai penyebaran COVID-19 di pasar.

"Tindakan tepat yang kami maksud adalah menerapkan protokol kesehatan di pasar serta mengajak pedagang untuk mematuhinya melalui komunikasi secara intensif dan persuasif dengan paguyuban atau organisasi pedagang pasar, agar saling mengawasi atau mengingatkan kedisplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pasar," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (20/6/2020).

Dimas juga menyesalkan penerapan ganjil genap serta penutupan pasar karena itu dianggap belum seharusnya diterapkan, karena ada opsi lain yang semestinya dilakukan oleh pemda atau pengelola pasar yaitu melakukan upaya maksimal berupa sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan yang baik.

"Bisa dalam bentuk penyediaan tempat cuci tangan beserta sabun disudut sudut pasar yang mudah dijangkau, penyediaan hand sanitizer, pembagian masker, penyediaan face shield, menyediakan penyekat plastik antara penjual dan pembeli, mengatur sirkulasi lalu lalang pembeli serta penyemprotan disinfektan di saat pasar berhenti beroperasi," katanya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tes Corona di 19 Pasar di Jakarta, 52 Pedagang Positif"
[Gambas:Video 20detik]