Mentan Siap Mundur Kalau Target Produksi Pangan Turun

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 14:29 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan tidak akan menurunkan target produksi pangan strategis tahun 2021. Menurut Syahrul, menurunkan target sama saja menggerus pakan rakyat. Bahkan, ia mengatakan siap mundur jika hal itu benar dilakukan.

"Makan rakyat nggak boleh tergerus sedikit pun, dan itu kami jamin. Kalau tidak, mundurkan saya dari Menteri Pertanian. Maafkan saya, ini baru saya ungkapkan, nggak boleh," kata Syahrul dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI, Senin (22/6/2020).

Dalam hal ini, Syahrul menegaskan kepada Ketua Komisi IV DPR RI Sudin bahwa Kementan tidak menurunkan target produksi sedikit pun. Ia memaparkan, dalam Surat Bersama Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2021, Kementan menargetkan produksi padi 63,50 juta ton. Lalu, jagung 26 juta ton, kedelai 48 ribu ton, dan daging sapi 463 ribu ton.

Sementara, dalam rancangan target produksi strategis 2021, Kementan menargetkan produksi bawang merah sebanyak 1,74 juta ton. Kemudian, cabai besar 1,45 juta ton, cabai rawit 1,57 juta ton, dan sebagainya.


"Target kami tidak diturunkan karena itu sudah menjadi kebutuhan nasional. Kalau itu turun besok kita akan bersoal dengan makanan rakyat 267 juta. Oleh karena itu apa pun dayanya, apa pun anggarannya menurut saya selaku Mentan, target nggak boleh turun. Kita harus lakukan dengan segala daya dan upaya, salah satunya manfaatkan KUR itu," terang Syahrul.

Ia mengatakan, masalah pangan menjadi krusial apalagi ketika Organisasi Pangan Dunia atau Food Agriculture Organization (FAO) memprediksi krisis pangan dunia.

Selanjutnya
Halaman
1 2