Jakarta Masih Punya Banyak PR Ekonomi di Usia 493 Tahun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 14:34 WIB
Jakarta merupakan salah satu kota terpadat di Indonesia. Kepadatan terlihat dari bangunan mulai dari rumah hingga gedung yang berdiri di ibu kota yang akan dipindah ke Kaltim tersebut.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Jakarta hari ini merayakan hari ulang tahun (HUT) ke 493. Ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang masih harus dilakukan untuk menjadi Jakarta yang lebih baik.

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menjelaskan sebagai Ibu Kota Negara Jakarta memiliki beberapa masalah yang harus dibenahi dari sisi ekonomi.

Misalnya masalah kesenjangan atau gini ratio saat ini masih relatif tinggi dibandingkan wilayah lainnya. "Masalah kesenjangan itu relatif tinggi," kata Tauhid saat dihubungi detikcom, Senin (22/6/2020).

Dia mengungkapkan Jakarta juga harus berbenah dari sisi lingkungan hidup, masalah kemacetan hingga banjir yang masih sering terjadi. Memang saat ini kue ekonomi yang berada di Jakarta masih sangat besar. Namun harus segera dibenahi demi Jakarta yang lebih baik.

Kepala ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengungkapkan perekonomian Jakarta saat ini merepresentasikan ekonomi Indonesia. Karena Jakarta memberi kontribusi besar ke ekonomi nasional.

Namun pemerintah DKI Jakarta juga harus meningkatkan kualitas perekonomian dan memanfaatkan anggaran pendapatan belanja daerah (APDB) secara optimal. Apalagi di ulang tahun ke 493 ini, Jakarta juga terjangkit COVID-19 yang turut menekan roda bisnis dan perekonomian.

Menurut dia, pendapatan asli daerah (PAD) Jakarta juga berpotensi menurun. Karena itu diperlukan koordinasi dari Pemprov dengan lembaga terkait agar anggaran yang tersedia bisa dioptimalkan.

"Ini bisa untuk mengatasi daya beli masyarakat. Kuartal I ekonomi Jakarta masih di level 5%, ini juga jadi salah satu challenge untuk Jakarta untuk meningkatkan pertumbuhan," jelas dia.

Dari data BPS angka gini ratio atau ketimpangan pada periode September - Desember tercatat 2019 tercatat 0,391. Angka ini turun tipis dibandingkan periode Maret 2019 sebesar 0,394.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)