Kepala Bappenas: Kalau Kematian TBC Diumumkan Banyak Orang Gelisah

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 15:11 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan data pasien tuberkulosis (TBC) akan membuat gelisah masyarakat Indonesia jika dibuka ke publik. Pasalnya, tingkat kematian TBC hingga saat ini mencapai hingga 15 orang per jam.

Tingkat kematian tersebut menempatkan Indonesia ada di peringkat ketiga di dunia Menurut Suharso, angka ini sama mengkhawatirkannya dibandingkan COVID-19.

"TBC hampir 900 ribu pasien dan 14-15 orang wafat per jam. Jadi kalau gelisah ada COVID-19, kalau kematian TBC diumumkan banyak orang Indonesia yang akan gelisah," kata Suharso di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Selain TBC, Suharso mengatakan, ada penyakit malaria yang menjadi fokus pemerintah. Pada tahun depan, pemerintah ingin angka yang terjangkit menurun. Kemudian penyakit kusta, menurutnya Indonesia pernah terbebas dari penyakit itu namun kini sudah muncul lagi dan angkanya lebih tinggi dari Brasil.

Tidak hanya itu, dikatakan Suharso, pemerintah juga ingin meningkatkan imunisasi dasar lengkap (IDL) untuk anak ditingkatkan. Perbaikan-perbaikan itu menjadi prioritas pemerintah dalam program reformasi sistem kesehatan nasional di 2021.

"Saya inginkan IDL itu penting sekali, jadi kita terkonsentrasi di stunting padahal IDL termasuk pneumonia di anak luar biasa ancamannya dan ancam generasi Indonesia ke depan," tegasnya.



Simak Video "Pengangguran di RI Bertambah 3,7 Juta Orang "
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)