ADVERTISEMENT

Round-Up Berita Terpopuler

Tanda-tanda Ekonomi RI Negatif, Diskusi Luhut & Prabowo Terungkap

Hendra Kusuma, Soraya Novika - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 21:00 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Berita terpopuler detikFinance Senin (22/6/2020) tentang tanda-tanda ekonomi Indonesia negatif. Hal itu diungkapkan Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam rapat bersama antara pemerintah dan Komisi XI DPR, di Gedung DPR Senin (22/6/2020).

Selain itu, berita terpopuler lainnya tentang Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan isi pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Senin (15/6/2020). Lalu ada pula tentang Sily Karim, Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, menjual sahamnya di perusahaan baja pelat merah itu.

Nah, pengin informasi selengkapnya? Baca berita-berita terpopuler detikFinance berikut ini. Klik halaman selanjutnya.


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional akan negatif 3,8% pada kuartal II-2020. Angka proyeksi tersebut semakin dalam jika dibandingkan proyeksi sebelumnya yang negatif 3,1%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan negatifnya ekonomi di kuartal II-2020 terlihat dari beberapa indikator, salah satunya adalah penjualan mobil yang terjun bebas 93,21%, sementara motor turun 79,31%.

"Jadi dalam sekali, demikian juga dengan impor bahan baku," kata Suhariyanto di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Selain itu, sinyal lainnya juga bisa dilihat dari jumlah penumpang angkutan transportasi. Di sektor udara terjadi penurunan 87,91% di kuartal II-2020.

"Ini semua perlu di antisipasi baik dari permintaan, penawaran, dan pada akhirnya investasi," tegas dia.

Sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia diprediksi semakin menurun di kuartal II-2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi nasional akan negatif 3,8% pada kuartal II tahun ini.

Baca selengkapnya di sini: Ini Tanda-tanda Ekonomi RI Bakal Negatif

Klik halaman selanjutnya.


Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pekan lalu. Menurut Luhut, pertemuan dengan Prabowo membahas timah dan rare earth atau logam tanah jarang untuk pembuatan senjata.

"Kemarin saya bicara dengan Menhan (Prabowo) bahas TIN (timah), TIN itu juga bisa kita ekstrak dari situ rare earth," ungkap Luhut dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, di Gedung DPR Senin (22/6/2020).

Lebih lanjut, Luhut memaparkan hal penting apa yang menjadi sorotan keduanya saat melakukan pertemuan tersebut. Keduanya merasa keberatan bila harga logam itu masih ditentukan di Singapura. Padahal keberadaannya cukup melimpah di kerak bumi Indonesia.

"Rare earth itu satu masalah dunia yang sangat penting untuk pembuatan senjata. Kenapa harga rare earth mesti ditentukan di Singapura. Kenapa tidak di kita. Singapura udara saja dia impor, kita relakan itu," paparnya.

Baca selengkapnya di sini: Terkuak! Luhut-Prabowo Bahas Rare Earth Bahan Baku Senjata

Klik halaman selanjutnya.


Direktur Utama PT Kratau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim melepas seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan yang ia pimpin.

Hal itu terungkap dalam surat yang disampaikan Silmy ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam keterbukaan informasi, seperti dikutip Senin (22/6/2020).

Dalam laporannya tersebut, Silmy melepas 5.400.300 lembar saham KRAS pada 11 Juni 2020. Jumlah yang dilepas setara 0,028% kepemilikan saham di perusahaan pelat merah itu.

Penjualan saham dilakukan di harga Rp 278, Rp 280, Rp 282, dan Rp 284.

"Tujuan transaksi untuk keperluan pribadi dengan status kepemilikan saham langsung," tulis surat tersebut.

Baca selengkapnya di sini: Dirut Silmy Karim Lepas Seluruh Saham Krakatau Steel Miliknya

(hns/zul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT