Sentil yang Nyinyir, Luhut Beberkan Alasan RI Butuh China

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 08:15 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho

Namun, Luhut mengakui masih harus menyerap tenaga kerja asing khususnya untuk bidang-bidang tertentu.

"Tapi dalam konteks ini karena kita tidak punya engineer yang cukup dalam teknologi. Sekarang ini kita punya pegawai Indonesia itu 92%, ada juga 8% asing dari Tiongkok ada juga dari Prancis," sambungnya.

Tak hanya dengan China, Luhut memastikan, Indonesia juga menjalin kerja sama serupa dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah. Contohnya dengan Abu Dhabi, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, negara tersebut menggelontorkan hampir US$ 25 miliar untuk investasi di sini.

"Kita memelihara balance of power antara Timur Tengah, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), dan sekarang pemerintahan Presiden Joko Widodo, hubungan kita dengan tiga-tiga ini, saya boleh katakan sangat baik. Ketika dengan Abu Dhabi untuk pertama kali ada masuk investasi yang masuk hampir US$ 25 miliar sepanjang sejarah republik dan itu semua on going," paparnya.

Halaman


Simak Video "Indonesia Mulai Menertibkan Ruang Bawah Laut"
[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)