Karyawan Google Buat Petisi Minta Perusahaan Setop Layanan ke Polisi

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 09:45 WIB
MILAN, ITALY - NOVEMBER 06:  A general view of atmpsphere during the IF! Italians Festival at Franco Parenti Theater on November 6, 2015 in Milan, Italy.  (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Lebih dari 1.600 karyawan Alphabet Inc mengajukan petisi kepada Google untuk berhenti memberikan layanan email dan jasa lainnya kepada pihak kepolisian. Dalam petisinya, para karyawan menyatakan kekecewaannya terhadap Google yang tidak bergabung dengan jutaan orang yang memprotes polisi imbas meninggalnya George Floyd.

"Kita seharusnya tidak mengambil untung dari polisi yang rasis," bunyi petisi tersebut dikutip dari Reuters, Selasa (23/6/2020).

Sebagai informasi, perusahaan menjual paket G Suite yang meliputi layanan email, pengeditan dokumen, dan penyimpanan file ke polisi di Clarkstown, New York.

Juru bicara Google mengonfirmasi bahwa perusahaannya telah lama bekerja sama dalam penyediaan platform komputasi umum seperti Gmail, G Suite, dan Google Cloud Platform untuk pemerintah, otoritas lokal, dan kepolisian. Namun pihak kepolisian belum menanggapi persoalan ini.

Sebelumnya, Google juga diprotes dari internal lantaran penjualan dan menjalin kemitraan yang melibatkan militer Amerika Serikat (AS) serta pihak asing.

Pihak Google menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk membantu pemerintah dengan fasilitas keamanan dunia maya. Selain itu, Google juga akan berkomitmen dalam menghentikan rasisme dengan melibatkan saran dari ratusan karyawannya.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/dna)