Kata Luhut, Urus COVID dan Ekonomi Harus Imbang Biar Nggak Kelaparan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 19:35 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pemerintah kerap dianggap mementingkan perekonomian ketimbang menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara menepis penilaian tersebut.

Luhut menegaskan pemerintah selalu mengupayakan keseimbangan antara penanganan perekonomian dan menekan penyebaran Corona. Menurutnya, kalau terlalu mengurusi ekonomi, maka kesehatan masyarakat terancam Corona.

Sebaliknya, apabila hanya fokus menekan penyebaran virus Corona saja, masyarakat bisa saja mati kelaparan.

"Jadi harus ada lihat ekuilibriumnya, keseimbangan penanganan COVID-19 dan ekonomi, kalau ekonomi saja matilah karena COVID, kalau COVID saja matilah karena kelaparan," ujar Luhut dalam sebuah webinar, Selasa (23/6/2020).


Oleh sebab itu dalam menangani krisis karena wabah, pemerintah mengamati data dengan cermat. Data pun diperhatikan hingga tingkat kota/kabupaten, hingga provinsi.

"Jadi gini, soal COVID-19 itu kita amati cermat, kami punya data tiap hari kita baca. Jangan lihat data Indonesia secara keseluruhan karena kita negara kepulauan. Kita itu lihat per kota, per kabupaten, dan per provinsi," ujar Luhut.

Pemerintah tidak hanya melihat data di satu titik, karena memiliki data penyebaran Corona pada setiap daerah, sehingga proses penanganannya pun bisa disesuaikan.

"Kalau satu titik ini repot, masalahnya banyak yang nggak ada COVID-19 juga. Kami melakukan exit strategi dasarnya dari data yang ada, dan kita kan sudah bagi warna-warnanya di daerah," sebut Luhut.



Simak Video "Covid-19 di Bali Meningkat, Luhut Batasi Kunjungan Turis"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)