Jaring 40 Perusahaan Cabut dari China, Bahlil Minta 'Bekal' Rp 120 M

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 24 Jun 2020 08:45 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta tambahan anggaran untuk 2021 sebesar Rp 509 miliar. Sejumlah Rp 120 miliar di antaranya untuk memfasilitasi 40 perusahaan yang akan cabut atau relokasi dari China ke Indonesia.

Pihaknya akan memfasilitasi rencana relokasi 40 perusahaan yang akan keluar dari China ke Indonesia dengan kebutuhan anggaran per perusahaan Rp 3 miliar.

"Ini yang kita hunting nanti bukan 40 perusahaan dan mungkin lebih dari itu bisa sampai dengan 300 perusahaan. Tapi biasanya yang di-hunting itu akan dilakukan komunikasi dan biasanya maksimal itu di sekitar 40 (perusahaan)," kata dia dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI yang ditayangkan di situs web DPR RI, Selasa (23/6/2020).

Usulan tambahan anggaran berikutnya untuk kegiatan pemberian penghargaan dan atau pengenaan sanksi kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp 20 miliar rupiah.

Selanjutnya adalah pembuatan dan distribusi aplikasi OSS yang berbasis pada Undang-undang Cipta Kerja untuk pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota termasuk penyediaan sarana dan pendampingan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 150 miliar, masing-masing daerah Rp 200 juta.

Usulan berikutnya untuk program peta potensi investasi pada 17 provinsi prioritas dalam bentuk pra-FS dengan kebutuhan anggaran Rp 112 miliar, per daerah Rp 6 miliar.

"Keempat peningkatan EoDB kita dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Ini untuk kemudian kita lakukan sosialisasikan. Kemudian eksekusi realisasi investasi kemitraan perusahaan dengan UMKM dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 27 miliar," jelasnya.

Berikutnya adalah eksekusi realisasi investasi proyek-proyek investasi besar pada wilayah barat dan wilayah timur sebesar Rp 40 miliar, masing-masing wilayah Rp 20 miliar.

Bahlil juga mengeluhkan kecilnya anggaran tahun depan. Baca di halaman selanjutnya >>

Selanjutnya
Halaman
1 2