Dapat Suntikan Rp 11 T, Laba Hutama Karya Diprediksi Turun 50%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 24 Jun 2020 13:43 WIB
Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi PT. Hutama Karya

(kiri ke kanan) Direktur Utama Jalan Tol PT. Hutama Karya Bambang Pramusinto, Direktur Utama  PT. Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra dan Direktur Keuangan  PT. Hutama Karya Anis Anjayani menjawab pertanyaan wartawan sesaat setelah berlangsungnya Due Dilligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I di Jakarta, Rabu (16/11/2016). PT Hutama Karya (Persero) melangsungkan acara Due Dilligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I Hutama Karya Tahun 2016 dalam rangka mendukung pendanaan untuk pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) Rp 7,5 triliun di tahun 2020 atau menjadi Rp 11 triliun. Suntikan modal tersebut digunakan untuk merampungkan pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Indralaya-Muara Enim dan Pekanbaru-Padang.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan, PMN ini diproyeksi meningkatkan pendapatan perusahaan di tahun 2021. Di tahun 2020, pendapatan HK diproyeksi Rp 40,7 triliun dan di tahun 2021 menjadi Rp 47,4 triliun.

"Dengan PMN akan naik pendapatan dari Rp 40,7 triliun tahun 2020, naik Rp 47,4 triliun di tahun 2021," kata Budi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Lalu, di tahun 2022 pendapatan perseroan diproyeksi meningkat menjadi Rp 68,2 triliun, dan pada tahun 2023 menjadi Rp 81,8 triliun, kemudian pada tahun 2024 menjadi Rp 95,8 triliun.

Namun, untuk laba bersih perseroan pada tahun 2021 dengan adanya PMN ini diprediksi turun 50% menjadi Rp 700 miliar. Pasalnya, hingga akhir 2020 ini laba bersih HK diproyeksi tembus Rp 1,4 triliun.

Akan tetapi, jika tanpa suntikan PMN tersebut maka HK diproyeksi merugi Rp 800 miliar di tahun 2021.

"Tapi kalau tanpa PMN, laba 2021 rugi Rp 0,8 triliun," pungkas dia.

Sebagai informasi, HK sebelumnya sudah mendapatkan PMN Rp 3,5 triliun di tahun ini. Secara keseluruhan, total PMN yang diperoleh HK di tahun 2020 ini ialah Rp 11 triliun.



Simak Video "Hutama Karya Dapat Rp 3,5 Triliun dari Pemerintah, Untuk Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)