Paceklik, Stok Beras Masih Aman
Selasa, 27 Des 2005 10:11 WIB
Jakarta - Meskipun saat ini mengalami masa paceklik beras, Menteri Pertanian Anton Apriantono bersikukuh stok beras nasional masih aman. Pasokan beras pada masa paceklik masih aman karena ada limpahan produksi beras (carry over) dari bulan-bulan sebelumnya."Ini kan sebentar lagi masuk akhir tahun 2005. Menurut perhitungan, defisit mencapai 25 ribu ton. Apa yang akan terjadi, kalau tidak ada carry over?" ujar Anton sebelum mengikuti rakor di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (27/12/2005).Hadir dalam rapat yang membahas masalah perberasan ini antara lain Menperin Fahmi Idris, Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo dan Mendag Mari Elka Pangestu.Mengenai kenaikan harga beras di pasar yang mencapai Rp 100-200/kg dinilai wajar oleh Anton mengingat adanya kekurangan pasokan beras. Pasokan beras akan berkurang hingga bulan Januari. "Tapi tidak terlalu besar. Kemarin kalau kita lihat totalnya defisit beras hanya 1.700 ton sampai tanggal 23 Desember," ungkap Anton.Menko Perekonomian Boediono sebelumnya mengungkapkan, pada Februari 2006, kemungkinan ada kerawanan stok beras. Dengan demikian, tidak tertutup kemungkinan pemerintah akan kembali mengimpor beras.Namun pernyataan Boediono itu dibantah mentah-mentah oleh Anton. Menurutnya, pada bulan Februari justru ada panen besar, sehingga produksi lebih besar dari konsumsi. Berdasarkan pengalaman pada tahun 2005, produksi beras pada bulan Februari mencapai 3,5 juta ton. Pada bulan Maret produksi 5 juta ton sementara konsumsi 2,5 juta.
(qom/)











































